Spread the love

Makassarnews.id-Gowa.
Aliansi Penyelamat KNPI melakukan aksi unjuk rasa di depan sekretariat KNPI Gowa dengan membawa beberapa tuntutan mengenai perhelatan MUSDA KNPI Gowa yang akan digelar beberapa hari yang akan datang. Sungguminasa, senin 22 Februari 2020

Dalam aksi itu aliansi penyelamat KNPI Gowa menekankan tentang proses Musda KNPI Gowa yang tidak transparan, di sampaikan langsung oleh LO kandidat bahwa sejak di tutupnya pendaftaran tanggal 5-7 februari yang lalu kemudian panitia tetap membuka peluang kebeberapa kandidat untuk melengkapi berkasnya namun kandidat kami tidak pernah diinformasikan. “Tegas wahdi LO kandidat”

Lebih lanjut Korlap menjelaskan bahwa Salah datu SC yang pasang badan pada tahap klarifikasi kemarin yang tidak di hadiri oleh Sterring commite dan hasilnya mengambang dan tidak menuai kesimpulan. Lebih tegas bahwa ketidak profesionalan SC dibuktikan dengan rekaman SC yang tidak menghadiri rapat dan mengaku tidak mengetahui kandidat yang lolos atau tidak.

Dalam orasinya, menyebut juga bahwa ketup yang mantan caleg yang lolos PNS itu juga dinilai tidak profesional menjalankan tugasnya dengan menelfon kiri kanan kerabat salah satu kandidat agar mengundurkan diri, ada apa? “Ujar Nurysam Korlap”

Lebih lanjut menjelaskan bahwa surat keterangan bebas narkoba yang di duga direkayasa oleh oknum tertentu dianggap bentuk ketidak profesionalan OC dan SC, seharusnya panitia pelaksana bekerjasama dengan BNN atau lembaga yang akuntabel mengeluarkan surat keterangan itu. “Tegas korlap dalam orasinya”

Tak hanya itu, dalam orasinya memberikan gambaran luas tentang proses pencalonan Salah satu calon bupati sejak 2010, 2015 sampai 2018 yang lalu, bahwa ada kandidat yang memalsukan ijazahnya lantaran KPU pada posisinya tidak berani menyatakan itu Sah atau Palsu karena kita berada di negara Hukum. Hari ini SC dan OC dengan santainya menjustifikasi dokumen palsu atau Sah dengan dasar hukum yang tidak mendasar.

Selain itu, aliansi penyelamat KNPI juga meminta kepada DPD I KNPI Sulsel agar segera melakukan Karateker/PLT di pengurusan DPD II KNPI Gowa periode 2017-2020 yang telah melampaui periode yang ditetapkan oleh AD/ART KNPI pasal 33.

Yang pasti bahwa pelaksanaan musda ini terbilang tertutup dan ditutup-tutupi, entah dengan alasan apa oleh pelaksana. Atas dasar itu kami berharap DPD I KNPI Sulsel mengambil langkah penyelamatan KNPI Gowa demi berjalannya roda organisasi. Tak hanya itu, dengan kondisi semberawutnya pelaksanaan musda atas permintaan beberapa OKP agar DPD Sulsel segera mengambil langkah real sebelum konflik semakin membesar(*)

Red.