Spread the love

Makassarnews.id-Makassar.
Sebanyak 500 personil BKO Brimob Nusantara mengikuti upacara penyambutan untuk Tugas BKO Polda Sulsel dalam rangka pengamanan pilkada serentak tahun 2020.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Polisi Drs. Merdisyam, M.Si., selaku inspektur upacara memimpin penyambutan serta pelepasan personel BKO Polda Sulsel dalam rangka Pam Pilkada serentak tahun 2020 di Lapangan Upacara Mapolda Sulsel.
Senin (07/12/2020), pukul 08.00 wita kemarin.

Pelaksanaan upacara tersebut juga dihadiri oleh Wakapolda Sulsel Brigjend Pol Drs. Halim Pagarra, MH, Irwasda, para PJU Polda Susel, Kapolrestabes Makassar, Kapolres Barru, dan para Komandan Satgas BKO Brimob Nusantara dan Crew Heli Korpolairud Baharkam Polri, serta personel yang terlibat Pam BKO Polda Sulsel.

Dalam amanatnya Kapolda Sulsel mengungkapkan bahwa Personil BKO Brimob Nusantara berjumlah 500 personel yang berasal dari Polda NTB, Maluku, Maluku Utara, dan Gorontalo.

Lanjut Kapolda Sulsel menyampaikan pengamanan di TPS Kab/Kota mempunyai karakteristik kerawanan yang berbeda-beda, untuk itu Kapolda Sulsel memberikan beberapa penekanan kepada personil yang akan melaksanakan Pam TPS antara lain :

  1. Segera kenali wilayah yang menjadi lokasi TPS dengan melakukan peninjauan dan pengecekan secara langsung di TPS H-1 pelaksanaan.

2 Kenali dan lakukan koordinasi tugas dengan petugas KPPS, lakukan silaturahmi dengan tokoh-tokoh formal dan informal di wilayah TPS yang menjadi penugasan.

  1. Petugas pengamanan TPS 30 menit sebelum pelaksanaan pemungutan suara sudah hadir di lokasi TPS, cek kesiapan personel pegamanan lainnya (TNI-LIMNAS), cek logistik pilkada (bilik suara kotak suara, areal, kartu pemilih, nomor urut pemilih, alat pencoblos, tinta, dan lainnya) pastikan dalam keadan lengkap dan siap pakai.
  2. Larang warga masyarakat yang membawa barang-barang berbahaya seperti (senpi, senjata tajam) ke lokasi TPS, tetap laksanakan pengamanan secara tegas dan tetap humanis.
  3. Petugas pengamanan TPS berada di luar lokasi TPS, tindakan Kepolisian dapat dilakukan pada lokasi TPS setelah adanya permintaan bantuan dari KPPS. Segera laporkan kepada Padal/Polsek terdekat bila diperlukan perbantuan perkuatan tambahan.
  4. Mencatat dan mendokumentasikan kondisi situasi TPS sebelum pada saat dan setelah kegiatan berlangsung.
  5. Melaporkan secara rutin dan berjenjang pelaksanaan penugasan di TPS kepada Perwira penanggung jawab.
  6. Lakukan pengamanan dan pengawalan kotak suara hasil pemilu dari ppk ke lokasi TPS dan dari TPS ke pelaksanaan PPK, buatkan pengawalan berita acara setelah diserah terimakan kepada petugas pengamanan di PPK.
  7. Aktif memberikan himbauan kepada masyarakat di sekitar TPS untuk tetap mempedomani protokol kesehatan (menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).

10 Membuat laporan akhir hasil penugasan sebagai pertanggung jawaban kegiatan.

Untuk menghadapi tugas mulia dalam rangka pengamanan TPS, pada tersebut juga menyampaikan beberapa pesan dalam pelaksanaan tugas antara lain :

  1. Jaga kondisi kesehatan pribadi masing-masing, menjaga keselamatan diri dan logistik pemilu yang menjadi tanggung jawab di TPS.

2 Selalu siap siaga dan waspada terhadap ancaman diri sendiri serta masyarakat di lokasi TPS.

  1. Lengkapi diri dengan peralatan kepolisian (tongkat, borgol, senter, jas hujan dll).

4 Laksanakan kegiatan pengamanan dengan tegas, waspada namun humanis berikan pelayanan kepada masyarakat.

5 Jaga netralitas Polri.

  1. Salus populi suprema lex esto (keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi).

Mengenai hal tersebut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, S.I.K.,M.Si., kepada media bahwa dari data KPU Prov. Sulsel terdapat 9.768 TPS yang tersebar di 12 Kab/Kota.

“Sedangkan personel Polri yang dilibatkan dalam pengamanan sebanyak 8.576 orang yang terdiri dari 5.008 orang merupakan 2/3 kekuatan Polres yang melaksanakan pilkada 3.068 orang dari BKO Polda Sulsel dan 500 orang dari BKO Brimob Nusantara,” ungkap Kabid Humas(*).

Asmar.