Spread the love

Makassarnews.id-Sidoarjo. Minimnya insentif guru ngaji di Sidoarjo menjadi perhatian khusus Ibu Hj.Naila Nahdiyah, S.Psi  selaku istri Taufiqulbar Paslon Wabup Sidoarjo Nomor 1 akan memperjuangkan insentif guru ngaji setingkat UMK Sidoarjo. Hal itu disampaikan beliau saat melakukan sosialisasi program  kampanye Paslon Nomer 1 kepada jamaah pengajian AlHidayah  di salah satu rumah anggota Jamiiyah Pengajian Alhidayah Pak Kusnan Desa Segoro Bancang Kecamatan Tarik  Sidoarjo, Jumat (27/11/20).

Disampaikan pula figur BHS-Taufiqulbar adalah figur seorang santri NU, yang mempunyai garis keturunan dari ulama ulama kharismatik seperti Pak BHS adalah cucu dari Sunan Giri dan Wakilnya adalah sepupu kyai Ilyas Mojokerto, tidak heran kalau mereka berdua sangat concern ingin menciptakan kota Sidoarjo menjadi kota Santri, suatu kota yang mempunyai kualitas pendidikan agama yang terbaik dan tidak meninggalkan kultur NU sehingga para pendidik dan santri bisa menikmati kemajuan dari pendidikan itu sendiri. Peningkatan kesejahteraan guru ngaji dan pemberian beasiswa untuk santri-santri yang tidak mampu dan penghafal Alquran menjadi prioritas program kerja  beliau dalam memajukan Sidoarjo ke arah yang lebih baik.

Pernyataan istri Hj.Naila, diamini oleh Hj.Nur Istiqomah Marsuko selaku ketua DPD Jamiiyah Pengajian Al Hidayah Sidoarjo, salah satu sayap organisasi perempuan bentukan partai Golkar.

“Jamiiyah kami sampai pengurus ranting siap mensukseskan dan mengantarkan Pak BHS dan Taufiqulbar  menjadi pemimpin Sidoarjo yang lebih baik, Santri dan Amanah,”ungkap Ummi Nur.

Ummi Nur ditengah tengah jamaahnya berpesan agar  acara kegiatan kegiatan keagamaan seperti Khotmil AlQuran, Yasinan, Istighosah dll   tetap terus Istiqomah dijalankan ada atau tidak adanya Pilkada, karena warisan dari ulama ulama NU selalu menganjurkan kita selalu tawadhu’ dan tawakkal KepadaNya. Acara seperti  ini juga sangat dianjurkan oleh Pak BHS dan Taufiqulbar yang ingin  membumikan  tradisi NU kepada masyarakat Sidoarjo.

“Ada tidaknya Pilkada, acara pengajian ini tetap akan kami jalankan, mudah-mudahan dengan niat tulus dan ikhlas para jamaayah disini, Pilkada Sidoarjo pada tanggal 9 Desember lahir pemimpin baru yang Nyantri dan Amanah yaitu  BHS dan Taufiqulbar,Coblos Nomer 1, Jangan Golput,” kata Nur.

Acara kampanye Paslon Bupati dan Wakil Bupati Nomer 1  BHS-Taufiqulbar ini juga ikut di awasi oleh Panwascam Kecamatan Tarik. Toni sebagai salah satu anggota Panwascam Tarik menginformasikan kegiatan kampanye ini sebelumnya sudah ada pemberitahuan oleh Tim Kampanye Paslon Nomer 1 ke Bawaslu Sidoarjo lewat Panwascam Kecamatan Tarik.

“Sesuai surat pemberitahuan dari Tim Kampanye  Paslon nomer 1  BHS-Taufiqulbar ada 7 titik atau desa yang menjadi tempat untuk sosialisasi program kampanye di kecamatan Tarik, salah satunya di desa Segoro Bancang ini mas, pantauan kami dilapangan Tim Paslon nomer 1 sudah mengikuti peraturan PKPU No.13 Tahun 2020 seperti penerapan protokol kesehatan, jumlah kehadiran anggota 50 orang dll ,” singkat Toni.

Pantauan awak media dilapangan, kegiatan kampanye Tim Paslon Nomer 1 selain dari anggota Panwascam juga diawasi oleh beberapa anggota  Polsek dan Koramil Tarik, kegiatan acara kampanye berjalan kondusif dan aman (*).

Andi Kursa.