Spread the love

Makassarnews.id-Maros.
Bertempat di Lapangan Upacara Yonarhanud 16/SBC Divif 3 Kostrad, Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI W.W.F Mamahit memimpin Upacara Pembukaan Latihan Pratugas Operasi Pamtas Darat RI – MLY Satgas Yonarhanud 16 Kostrad Sektor Utara dan Timur Kalimantan. Maros, Makassar.
Senin (23/11/2020) kemarin.

Kegiatan latihan Pratugas diikuti oleh 450 personel yang dipimpin langsung oleh Danyon Arhanud 16 Kostrad Mayor Arh Drian Priyambodo sebagai komandan upacara. Latihan Pratugas ini akan dilaksanakan selama 12 (dua belas) hari, mulai dari tanggal 23 Nov s.d. 4 Des 2020 di wilayah Desa. Moncongloe, Kab. Gowa.

Dalam sambutannya, Pangdivif 3 Kostrad menyampaikan bahwa latihan Pratugas Satgas Yonarhanud 16 Kostrad merupakan wadah untuk memberikan gambaran pelaksanaan penugasan di daerah operasi sebenarnya. Selain itu, latihan Pratugas ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan tehnik dan taktik militer serta kemampuan intelijen, teritorial, hukum dan komunikasi serta kerjasama dalam satuan dan meningkatkan kemampuan komando dan pengendalian yang efektif dan efisien bagi unsur pimpinan di satuan.

Selain itu, Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI W.W.F Mamahit juga meminta agar selama pelaksanaan latihan tetap mempedomani seluruh protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah di tengah Pandemi Covid-19, serta memperhatikan faktor keamanan personel maupun materiil baik sebelum, selama dan sesudah pelaksanaan latihan serta menghindari kerugian yang tidak perlu.

“Kalian semua adalah prajurit-prajurit terpilih, sebagai prajurit Kostrad harus selalu siap dalam melakukan tugas-tugasnya, selain itu juga harus selalu siap dalam menjaga nama baik satuan dengan menampilkan kemampuan bertempur yang professional,” tegas Pangdivif 3 Kostrad.

Setelah upacara pembukan dilanjutkan dengan pemberian PO dari Dansatgas kepada Dan SSK, Dansatgas berpesan agar latihan dilaksanakan secara realistis dan terarah sesuai rencana latihan yang telah disiapkan dengan cermat tanpa mengabaikan faktor keamanan serta mengembangkan situasi dan kondisi latihan yang mendekati situasi dan kondisi medan operasi yang sesungguhnya.

“Kepada penyelenggara untuk melaksanakan evaluasi secara terus menerus, terhadap setiap materi latihan yang diberikan, sebagai bahan penyempurnaan untuk bekal pada saat pelaksanaan tugas di medan operasi nantinya.” Pungkasnya(*).

Tofan.