Spread the love

Dalam rangka melakukan sosialisasi dan Deklarasi anti destruktif fishing, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan KKP RI bersama Cabang Dinas Kelautan Sul Sel Wilayah Pangkep, mengunjungi pulau terluar Sul-Sel mengingat wilayah Perairan kecamatan Liukang Tangaya menurut Data Pusat masuk dalam Zona Merah. Jumat 30 Oktober 2020.

Dalam hal ini pulau Sapuka dan Pulau Tinggallungan, yang secara geografis letak dan posisinya lebih dekat dengan wilayah NTB dan NTT, namun masih merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan.
 
Kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut yang bebas dari penggunaan bius dan bom serta pentingnya peran kelompok masyarakat pengawas (POKMASWAS) sebagai ujung tombak dalam melakukan pengawasan ditingkat desa maupun kelurahan.

Sebagaimana yang di ungkapkan Bapak Agustiawan selaku pihak Ditjen PSDKP Pusat pada kegiatan tersebut.

“Bapak ibu sungguh sangat penting untuk tetap menjaga kelestarian laut kita dikarenakan laut ladang bagi para nelayan. Bila bom dan bius kita biarkan begitu saja, maka karang sebagai rumah ikan, itu lambat laun akan hancur dan hasil tangkapan tentu akan berkurang,Tuturnya dihadapan masyarakat.

Dalam kesempatan yang Bapak Moh Maja selaku pihak CDK Sul-sel wilayah Pangkep menyampaikan bahwa keberadaan POKMASWAS adalah hal penting  dan tidak dapat dingangu gugat karena keberadaan mereka di lindungi oleh undang-undang, Pembentukan Pokmaswas adalah bentuk pelibatan masyarakat untuk menjaga laut kita. Tujuannya agar masyarakat dapat berperan aktif menjaga laut dan melindunginya dari tangan-tangan perusak. Keberadaan Pokmaswas ada dan pembentukanya diakui oleh UU, jika sudah amanh UU tidak ada pihak yang dapat menggangu gugat itu, apalagi membubarkannya begitu saja, Jelasnya.

Untuk mempersempit ruang gerak dari para pelaku destruktif fishing, kedua pihak berharap kedepannya Pokmaswas Ampibi agar dapat aktif lagi melakukan kegiatan pengawasan dilapangan. Masing-masing pihaknya akan mensuport, dan membantu untuk menguatkan Pokmaswas, mulai dari perlindungan hukum, fasilitas pendukung, bahkan  akan membantu mengupayakan pengadaan mesin bagi kapal khusus yang mulai dirintis oleh anggota pokmaswas secara swadaya sejak dibentuknya.

Editor : Soni Vayzal