Spread the love

MakassarNews.id-Polman
Sebanyak 3 ton sampah kiriman dikumpulkan sejumlah relawan dalam aksi bersih pantai di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Sampah yang ditemukan merupakan jenis sampah yang sulit terurai.

“Ada sedikitnya 3 ton sampah yang berhasil terkumpul dalam kegiatan bersih-bersih pantai ini. Hari ini juga dilakukan pemilahan sampah oleh adik-adik,” kata Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Polewali Mandar, Hikmah, kepada wartawan, Minggu (20/9/2020).

Kegiatan ini digelar sejumlah komunitas bersama DLHK Polman dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) yang berlangsung di kawasan pesisir pantai Kampung Baru, Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali, Minggu pagi (20/9)

“Tiga ton sampah yang terkumpul, merupakan sisah sampah yang cukup lama dan susah hancur,” ujarnya.

Hikmah juga menyebutkan sampah yang banyak berserakan di pesisir pantai, tidak lagi didominasi oleh sampah rumah tangga warga sekitar, melainkan sampah kiriman dari daerah lain.

“Sebagian besar sampah di pesisir pantai adalah kiriman, apalagi kampung baru dekat dengan muara, otomatis sampah kiriman sangat banyak. Untuk itu, kami sudah melakukan edukasi kepada semua warga untuk tidak membuang sampah pada sembarang tempat, khususnya di laut,” tuturnya.

Hikmah menilai partisipasi dan kesadaran masyarakat setempat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya sudah cukup tinggi, namun sampah kiriman yang datang melalui muara sungai masih cukup banyak.

“Di kampung baru kami mengenali masyarakatnya, ada sekelompok anak muda yang siap belajar siap untuk diedukasi, sebelum melakukan aksi bersih, kita melakukan pemetaan, khususnya terkait potensi pengelolaan sampah di kampung baru,” paparnya.

Sampah yang ditemukan dalam aksi bersih-bersih tersebut ada yang dipilah untuk didaur ulang dan ada yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Ini akan kami kawal terus, melakukan pembinaan pada masyarakat termasuk adik-adik komunitas di sini. Apalagi, hasil pemilahan sampah akan ditimbang di bank sampah karena ada nilai rupiahnya,” ucapnya.
*)MNews