Spread the love

MakassarNews.id-Palang Karaya
Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Dedi Prasetyo memerintahkan para kapolres turun langsung ke lapangan untuk membantu proses evakuasi warga dan mengawal bantuan untuk korban banjir. Dari data Polda Kalteng, ada lima kabupaten yang diterjang banjir, yaitu Kotawaringin Timur, Katingan, Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Lamandau.

“Kapolres turun langsung ke lokasi, cek bagaimana kondisi warga di wilayah hukumnya. Bantu proses evakuasi dan kawal proses penyaluran bantuan baik bantuan sembako dari polda maupun bantuan dari pihak-pihak lain. Pastikan tepat sasaran dan meringankan beban warga,” ucap Dedi dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2020).

Dedi mengatakan pihaknya telah mengirim dua tim dari Polda Kalteng untuk membantu warga. Satu tim terdiri atas 100 personel Polda Kalteng.

“Ini sudah tim kedua yang saya kerahkan. Besok berangkat lagi tim ketiga. Masing-masing tim 100 orang terdiri atas SAR Brimob, Sabhara, Lantas, Dokkes, Humas, dan Yanma,” ucap Dedi.

Tiap tim, jelas Dedi, membawa bantuan 1 ton beras, 120 kardus mi instan, 100 bungkus minyak goreng, dan 100 dus air mineral. Dedi menuturkan, di antara keempat kabupaten yang mengalami banjir, Kabupaten Katingan yang kondisinya paling parah.

“Persiapan evakuasi, satu lagi SAR dari Direktorat Polairud Polda Kalteng akan ke lokasi. Yang agak parah Katingan,” tutur Dedi.

Sebelumnya diberitakan 1.118 rumah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), terendam banjir sejak pekan lalu. Bupati Kotim menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir selama 2 pekan terhitung kemarin, Senin (14/9) hingga Minggu (27/9).

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan data tersebut didasarkan pada laporan BPBD Kotim, Senin (14/9) pukul 16.53 WIB. Seribu lebih rumah tersebut terbagi di delapan desa di Kecamatan Antang Kalang, enam desa di Kecamatan Telaga Antang, dan empat desa di Kecamatan Mentaya.

“Banjir dengan tinggi muka air (TMA) 80-150 sentimeter yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Mentaya itu juga berdampak pada kurang-lebih 1.118 KK dan memaksa beberapa warga mengungsi secara mandiri di rumah para kerabatnya,” kata Raditya dalam keterangannya kemarin.

Selain Kotim, 8 kecamatan di Kabupaten Seruyan mengalami banjir. Sebanyak 16.459 jiwa terkena dampak akibat banjir dan mengungsi secara mandiri. *) MNews