Spread the love

Makassarnews.id-Sinjai.
Bumi Perkemahan yang dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai dengan luas sekitar 1 hektare di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Abdul Latief di Desa Batu Belerang, Kecamatan Sinjai Borong, beberapa pekan lalu dinilai bermasalah.

Hal itu dikemukakan Forum Pencinta Alam (FPA) Sinjai. Pihaknya mengaku mendukung program Tahura Ma’ra ketika konsep yang diterapkan tetap ramah lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal masyarakat setempat.

“Namun melihat konsep pembangunan yang belakangan ini, kami menyatakan sikap.Menyesalkan tindakan pembukaan lahan pada akses di Tahura Ma’ra seluas 1 Ha untuk pembangunan Bumi Perkemahan. Hal tersebut menunjukkan konsep tidak ramah lingkungan. Olehnya itu kami mendesak kepada pihak Pemkab Sinjai untuk menghentikan pengerjaan Bumi Perkemahan tersebut dan membangun dialog yang transparan dengan segala pihak. Kami juga Mendesak Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan untuk meninjau laporan penugasan personilnya atas penggunaan alat berat di Tahura Ma’ra. Kami juga mendesak kepada KLHK untuk meninjau ulang izin penggunaan alat berat di areal Tahura untuk pembangunan Bumi, dan kami mendesak KLHK untuk memverifikasi berkas pengajuan izin pembangunan Bumi Perkemahan dengan mempertimbangkan dampak-dampak lingkungan dan sosial” terang Sekretaris Jendral (Sekjen) FPA Sinjai, Fandi, Rabu, (29/7/20).

Lanjut Fandi, pihaknya telah menyampaikan hal ini ke Dirjen KSDAE.
“Sedamg menunggu diskusi selanjutnya juga dengan Dirjen KSDAE” tutupnya.

Laporan : Sambar.