Spread the love

Makassarnews.id-Jeneponto.
Anggota DPRD Sulsel, Vonny Ameliani menggelar Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2018 tentang Pembangunan Kepemudaan di Desa Arungkeke Pallantikang, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sabtu (18/7/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan sesuai protokol kesehatan penanganan Covid-19 itu sangat antusias diikuti oleh masyarakat desa Arungkeke Palantikang, selain itu, hadir tokoh masyarakat, sejumlah tokoh pemuda, OKP, dan perempuan.

Materi Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2018 tentang Pembangunan Kepemudaan dipaparkan oleh Ketua DPC Gerindra Jeneponto Andi Baso Sugiarto.
Sementara pada sosialisasi tersebut, Vonny Ameliani menyampaikan,
“Dalam membangun potensi pemuda yang inovatif, kreatif, mandiri, dan berdaya saing untuk mampu berpartisipasi dalam pembangunan daerah perlu penyadaran, pemberdayaan pemuda. Pengembangan pemuda harus secara terencana, sistematis, berkesinambungan, dan berkelanjutan,” jelas Vonny Ameliani.

Menurutnya lagi, sesuai ketentuan Undang-Undang nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Pemerintah Daerah bertanggungjawab melaksanakan penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan potensi pemuda sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah.

“Jadi sangat jelas, bahwa pemerintah mempunyai tanggungjawab untuk memberdayakan pemuda dalam pembangunan daerah dan itu harus berkelanjutan,” kata Vonny Ameliani.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Jeneponto Andi Baso Sugiarto menyampaikan, berdasarkan Undang-Undang nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, maka pemerintah Provinsi Sulsel menetapkan Peraturan daerah nomor 3 tahun 2018 tentang  Pembangunan  Kepemudaan, begitupun di Kabupaten Jeneponto telah memiliki Perda tentang Kepemudaan.

“Jadi pemerintah mulai dari gubernur dan bupati wajib mengalokasikan dana dari APBD untuk program dan kegiatan kepemudaan, untuk itu pemuda harus membuat program dan kegiatan yang bisa di biayai oleh pemerintah,” pungkasnya(*).

Nurjuliniarti.