Spread the love

MakassarNews.id-Makassar.
Dalam rangka pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) di kota makassar Sulawesi selatan yang dimulai selasa 21 April 2020 hingga saat ini sesuai surat keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia menjadi satu masalah tersendiri bagi warga, semisal Mahasiswa Aru, yang berada di Makassar, yang serba keterbatasan stok makanan.
Kamis, 07/05/2020

Menurutnya, Ini sudah barang tentu menjadi salah satu tanggung jawab pemerintah kabupaten kepulauan aru sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada warganya, terkhusus mahasiswa  Aru yang sedang melanjutkan study di Sulawesi selatan.

Hal ini kemudian dibenarkan oleh Ketua GMPA makassar S Goulap, yang mengatakan kepada awak media.
“Seharusnya kami sudah tidak lagi untuk mengeluhkan lagi kepada pemerintah kepulauan Aru terkait kepeduliannya oleh karena PSBB ini diberlakukan disemua wilayah di Indonesia termasuk di kota Makassar olehnya kita mestinya mengikuti instruksi tersebut sebagai bentuk dari membantu pemerintah dalam pencegahan covid-19,” jelas Goulap

Lanjutnya, “Lantas apakah pemerintah kepulauan Aru terus dengan sikap ketidakpeduliannya terhadap keadaan yang di alami marganya lebih khususnya mahasiswa Aru yang sedang melanjutkan study di kota  makassar, Kami mahasiswa Aru tetap mengikuti anjuran pemerintah tapi kami juga butuh makan, agar kami bisa bertahan hidup”, tegas
Goulap

Ia lalu menambahkan bahwa  sebagai Mahasiswa aru yang di kota Makassar sangat sesalkan dengan sikap pemerintah kepulauan Aru yang saat ini terutama Bupati aru Johan Gonga yang sampai saat ini belum bisa mengambil sikap untuk membantu warganya terutama Mahasiswa Jargaria yang berada di kota Makassar.

Goulap juga begitu sesalkan Karena menurutnya Pemerintah dari daerah lain begitu antusias membantu warganya yang berada di kota Makassar, dan kenapa pemerintah Aru sendiri tidak.

Sebagai ketua GMPA Makassar, Goulap berharap agar kiranya pemerintah kepulauan Aru punya nurani untuk merespon dan memberikan solusi dengan membantu Mahasiswa Aru sebagimana yang dilakukan kabupaten lain semisal pemerintah kota Tual yang begitu serius mengurus terutama marganya.

Penulis : Widodo. M
EditorĀ  : Soni Vayzal.