Spread the love

MakassarNews.id-Makassar.
Ditengah pandemi Covid-19 bermunculan sejumlah isu tentang pembagian sembako. Sekaitan dengan itu, tidak sedikit warga merasa adanya kejanggalan dalam pembagian sembako tersebut, menurutnya pembagian tersebut tidak rata dan tidak tepat sasaran.

Tersebut pun kita ambil salah satu contoh yang terjadi di ORW VII, Kel. Batua, yang mana sebagian warga di 10 ORT ini yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu mengatakan bahwa ini dilakukan secara tidak merata, kenapa ada yang seharusnya mendapatkan sembako justru malah sebaliknya.

Menanggapi hal tersebut, saat ditemui di ruang kerjanya, Lurah Batua DRS.Jufry, mengatakan bahwa pihaknya tidak punya kewenangan dalam menentukan siapa yang berhak mendapatkan sembako, dan siapa yang tidak.
Rabu (6/5/20).

“Iya, sebelumnya pahamilah dulu mekanismenya, dalam hal ini pihak Kelurahan hanya memverifikasi sesuai data yang diberikan, bukan kami penentu kebijakan”, terangnya.

Lanjut, “Disini tidak ada yang dibeda bedakan, kita semua terkena dampak Covid-19. Pada tahap pertama, terkhusus Kelurahan Batua yang membawahi 69 RT 2124 KK, cuma mendapat 166 paket sembako dari Dinas Sosial, jadi untuk tahap kedua, kami telah ajukan permohonan, sekaitan dengan data tersebut di atas yang telah ter-rilis dari semua RT se kelurahan Batua, mudah mudahan dapat terpenuhi, pun kami tau bahwa Dinas Sosial sendiri dalam kondisi sekarang sudah bekerja maksimal”, jelas Lurah Batua.

Terlepas dari itu, Lurah Batua berharap khususnya kepada warganya, agar untuk tetap mengindahkan anjuran yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

“Ditengah pandemi Covid-19 ini, marilah kita secara bersama sama melawan untuk memutus mata rantai virus ini, dengan cara jaga pola hidup bersih, jaga jarak, selalu mencuci tangan, di rumah saja, upayakan selalu mengenakan masker ketika keluar rumah, dan sementara waktu untuk tidak mudik” , pungkasnya.

Soni Vayzal.