Spread the love

MAKASSARNEWS.ID
Jakarta, Jika penggemar tim kesebelasan nasional (Timnas) mengenal ‘Garuda di Dadaku’, di Laut Sulawesi Selatan, akan ada ‘Garuda di Lautku’.

Garuda di Lautku lahir dari gerakan pelestarian terumbu karang oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), yang dewasa ini secara masif mengalami kerusakan.

“Ini merupakan program pertama kali, yang kita bikin yang bersifat nasionalis. Jadi menggunakan hashtag “Garuda di Lautku”  bagaimana rumah terumbu karang yang ditransplantasi berbentuk Burung Garuda di dasar laut, lambang negara kita,” jelas Komandan Pangkalan Utama TNI AL Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas saat bincang bersama Pro3 RRI, Senin (9/3/2020).

Laksamana Pertama TNI Hanarko berharap, gerakan itu dapat menjadi contoh nyata bagaimana rasa nasionalisme tidak hanya dapat digerakkan di daratan saja, namun juga bisa di lautan, yang notabenenya menjadi bagian besar dari nusantara.

“Jadi kita memberikan ajakan. Salah satu contoh nyata bagaimana rumah terumbu karang ini, nantinya apabila berwisata ke sana, dapat kembali dan terus mengingat idiologi Pancasila kita. Jadi berbentuknya seperti Burung Garuda. Media ini kita buat menjadi satu upaya dan cara TNI AL, bagaimana meningkatkan rasa nasionalis lewat laut. Mengimplementasikan sila-sila Pancasila kita tidak hanya di daratan saja, ternyata di laut juga, semangat Pancasila di lautan kita,” paparnya.

Laksamana Pertama TNI Hanarko menyebut, gerakan itu juga menjadi gerakan edukasi mencintai keanekaragaman laut yang berada di laut kawasan pulau di Sulawesi Selatan. Dimana menurutnya, kondisi terumbu karang sangat parah sangat menyedihkan. 

“Saya dengar wilayah tempat yang akan kami bangun, 20 tahun lalu sangat bagus. Dulu sempat menjadi objek wisata bawah laut, seiring waktu, banyak menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, kini sangat memperihatinkan,” pungkasnya.

Editor : Tato Sulo