Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Barru, Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke-V Tahun 2019 di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel) mendadak menjadi pusat perhatian dengan adanya penampilan dari Drumband Genderang Suling (GS) oleh para Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat IV Angkatan Ke-65, Kamis (21/11/2019).

Sejak pertama tampil mengiringi rombongan kontingen peserta Porseni di lapangan Sumpang Binangae Kabupaten Barru tersebut, kelihaian para Taruna AAL dalam memainkan alat musik telah memikat ribuan pasang Guru yang berasal dari 24 Kabupaten dan Kota di Sulawesi Selatan ini.

Tak hanya para Guru yang menjadi peserta dalam event Olahraga dan Seni ini, penampilan para Taruna AAL tersebut pun mampu mengundang mata masyarakat yang berada di sekitar lapangan untuk datang melihat penampilan Drumband GS Taruna AAL ini.

Para Guru yang terhimpun dalam PGRI Sulsel itupun tampak mengabadikan moment yang jarang mereka lihat di Sulawesi Selatan ini dengan memakai kamera ponsel milik para guru itu sendiri. Terlihat mereka kagum akan penampilan para Taruna AAL ini dengan sesekali memberikan tepuk tangan atas keahlian mereka dalam beratraksi sekaligus memainkan musik yang menambah semangat dalam mengikuti Porseni PGRI Ke-V Tahun 2019 di Kabupaten Barru.

“Mudah-mudahan dengan penampilan Drumband Genderang Suling dari Para Taruna AAL Tingkat IV Angkatan Ke-65 di acara pembukaan event Porseni PGRI Ke-V Tahun 2019 ini dapat sebagai penyemangat bagi para guru dalam bertanding nantinya”, ujar Dansatgas Latihan Teknik (Lattek) Jala Yudha Tahun 2019 Kolonel Laut (P) S. Bimoaji yang juga sebagai Komandan KRI Abdul Halim Perdana Kusuma-355 (AHP-355).

Untuk diketahui, Para Taruna AAL Tingkat IV Angkatan Ke-65 ini sedang menjalani Latihan Teknik (Lattek) Jala Yudha Tahun 2019 dengan menggunakan KRI Abdul Halim Perdana Kusuma-355 (AHP-355) yang berlangsung dari tanggal 1 November sampai dengan 1 Desember 2019, dengan rute, yaitu Surabaya, Bitung, Sorong, Makassar, Tanjung Jangkar dan kembali ke Surabaya.

Editor : Tato Sulo