Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Makassar.
Tiga pekan paska kebakaran  yang menghanguskan sedikitnya 12 rumah warga di Jalan Pengayoman lorong F2, kelurahan Masale, kecamatan Panakkukan Kota Makassar, kamis, 10/09 lalu, kini menyisakan pilu dan puing puing reruntuhan.
Rabu (6/11/19).

Akibat kejadian tersebut, warga yang terkena dampak sebagian terpaksa harus menumpang di rumah keluarganya, kendati ada juga yang memilih untuk bertahan sembari perlahan membenahi rumahnya.

Saat ditemui salah satu warga, Umar Dullah (70) menjelaskan bahwa ia memilih untuk tetap tinggal, sebab rumah anaknya pun ikut terbakar.
“Kami terpaksa harus tetap tinggal disini, walau hanya beralaskan tikar saja, sebab cuma ini yang kami punya, kami harus kemana lagi, mengingat tiga orang abak kami disekitar sini, rumahnya juga ikut terbakar,
sebenarnya ada banyak keluarga, tapi tempatnya semua jauh”, jelasnya penuh haru.

Lebih lanjut, “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih terhadap sejumlah bantuan, kendati yang paling kekurangan dan atau yang kami sangat butuhkan saat ini yaitu material untuk membenahi rumah kami. Memang sudah ada sumbangan berupa seng dan tripleks, namun jumlahnya sangat terbatas, olehnya, terpaksa kami harus pinjam uang untuk keparluan ini” jelasnya lagi.

Tersebut ditambahkan oleh Bahar (62) yang berpropesi sebagai sopir angkutan, yang menyatakan bahwa dirinya saat ini telah dililit hutang.
“Kami yang tinggal disini itu kebanyakan pemulung, sopir, dan tukang bentor, jadi kami sangat kesulitan terkait uang, makanya satu satunya jalan yaitu meminjam uang, dan bukan cuma itu, bahkan saya sudah jual motor untuk perongkosan, namun itu juga masih jauh dari cukup”, ungkapnya.

Ia pun berharap keluh kesah warga yang terdampak selama ini dapat teratasi.
“Mewakili warga yang terkena dampak disini, merasa sangat berharap uluran tangan berbagai pihak, sekiranya dapat membantu kami, dalam mengatasi masalah yang kami hadapi selama ini, apapun itu bentuknya, merupakan kesyukuran bagi kami, sampai sekarang ini pun, masih ada seorang janda tua tinggal di tenda posko yang disiapkan,  kami hanya manusia biasa yang hanya bisa berusaha, berdoa dan berharap”, pungkasnya.

Penulis : Tofan
Foto/Video : Nutjuliniarti
Editor : Soni Vayzal