Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Makassar, Mantan Komandan Lantamal VI yang kini menjabat Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Kedaulatan Wilayah & Kemaritiman Laksamana Muda TNI Yusup S.E, M.M melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke kantor Gubernur Propinsi Sulsel , Senin (21/10/2019).

Dalam kunkernya, Laksamana Muda TNI Yusup S.E, M.M diterima langsung oleh Asisten Bidang Pemerintahan Sulsel Bpk. H.Andi Aslam Patonangi ,SH, MSi di ruang rapat Pemprov Sulsel.

Adapun tujuan dari kunker mantan Komandan Lantamal VI tersebut adalah untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif sebagai bahan memperkaya materi untuk penyusunan telaah dan rekomendasi kebijakan bidang kedaulatan wilayah dan kemaritiman.

Dalam kunker yang diselingi rapat koordinasi tersebut, Laksamana Muda TNI Yusup S.E, M.M mengatakan dalam rangka mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan menjadi suatu negara maju yang sejahtera, mandiri, adil dan makmur, maka pemerintah melakukan pembangunan Infrastruktur nasional termasuk pembangunan kelautan dan perikanan yang berdasarkan kepada RPJMN 2015-2019, Nawa Cita, dan lima pilar poros maritim dunia yang salah satunya “Komitmen mendorong pengembangan Infrastuktur dan konektivitas maritim dengan membangun tol Iaut, pelabuhan Iaut, logistik, dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan yang sebagian besar merupakan proyek pembangunan “strategis nasional’ yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan melakukan pemerataan pembangunan yang salah satunya berada di wilayah Indonesia Timur yang terkonsentrasi di Provinsi Sulawesi Selatan, terutama di kota Makassar.

Laksamana Muda TNI Yusup menjelaskan Presiden Jokowi mengalokasikan 27 proyek strategis nasional untuk Sulawesi yang beberapa pembangunannya berada dl Sulawesi Selatan, yaitu: Makassar New Port sebagal pelabuhan terbesar di
Indonesia Timur, Center Point Indonesia (CPI) merupakan kawasan sentral dan pertumbuhan perekonomian di Makassar yang mengusung konsep smart city, dan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia terletak di Kota Makassar yang kedepannya merupakan Pelabuhan Perikanan Nusantara.

Turut hadir dalam kunker tersebut Asops Danlantamal VI, Asrena Danlantamal VI, Kadis Kelautan dan Perikanan Prov. Sulsel, Kadishub Prov. Sulsel, Biro Perencanaan PT. Pelabuhan Indonesia IV, Kakantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar serta sejumlah undangan.

Editor : Tato Sulo