Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Makassar.
Restorative Justice (RJ) atau yang dapat diartikan sebagai Restorasi Keadilan sedang populer didiskusikan oleh sebagian besar Lembaga Bantuan Hukum dan instansi penegak hukum pada lingkungan pemerintah, RJ yang merupakan pendoman dasar dalam proses perdamaian diluar peradilan kini melakukan pertemuan ke 4 dalam forum diskusi Restorative Justice Kota Makassar.

Kegiatan yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulsel, Priyadi yang mengapresiasi peran masyarakat dan lembaga dalam memberi masukan melalui RJ pada salah satu masalah Overcrowding di Lapas dan Rutan.

“Masyarakat indonesia adalah masyarakat yang bergotongroyong, karena itu ketika terdapat suatu masalah baik dilingkungan pemerintahan. LBH seperti saat ini banyak memberi solusi salah satunya melalui kegiatan ini” jelas Priyadi.

Priyadi juga mengatakan bahwa filosofi dari RJ mengambil teori dari Reintegrasi Sosial yang terdapat pada sistem Pemasyarakatan. “RJ itu sudah dilaksanakan indonesia pada tahun 2010 yang dinamakan keadilan untuk semua atau yang dikenal dengan Reintegrasi Sosial, dan dipelajari oleh negara lain dan jadilah RJ kemudian terdapat lagi konsep Negara Tanpa Penjara. saya harus menyampaikan ini karena kita harus mulai memahami, mulai menyadari dan menghargai konsep-konsep pemidanaan di Indonesia” ujarnya.

“Karena RJ itu menggunakan bahasa inggris akhirnya lebih terkenal daripada reintegrasi sosial pada sistem Pemasyarakatan, konsep dari RJ itukan sebenarnya bagaimana melakukan pemulihan itu sama dengan reintegrasi sosial justru lebih dalam, pemulihan hidup dan penghidupan itu di Reintegrasi Sosial tetapi di konsep RJ itu adalah bagaimana semua pihak terlibat untuk menyelesaikan masalah supaya pelaku dan korban sama-sama bertanggung jawab” jelasnya.

Dalam hal ini Wakil Direktur Bidang Pengembangan Sumber Daya Hukum LBH Makassar, Andi M. Fajar Akbar, mengatakan bahwa dua pendekatan yang sedang dilakukan oleh LBH saat ini yaitu pemberdayaan dilevel masyarakat dan membangun forum Restorative Justice bersama stakeholder baik dilingkungan Masyarakat serta pada instansi pemerintah penegak hukum.

Budi Sarwono, Kepala Lapas Kelas I Makassar yang turut ikut serta pada kegiatan ini menyampaikan terkait sistem revitalisasi penyelenggaraan Pemasyarakatan “Revitalisasi Pemasyarakatan ini banyak sekali bertumpu pada Balai Pemasyarakatan dan PK Bapas, contoh dari penahanan Narapidana Anak, jadi kalau masalah anak itu sangat cocok sekali dengan RJ, karena ketika narapudana anak ditangkap (kembali) maka yang dihubungi pertama adalah PK, karena begitu ditangkap didampingi oleh PK sepertihalnya yang disampaikan oleh pak Kakanwil agar tidak untuk dipidana” Kata Budi.

Restorative Justice adalah keadilan yang memulihkan, apa yang dipulihkan adalah antara pelaku dan masyarakat, pemberlakuan konsep diskresi dan diversi yang dijalankan membuat lupa bahwa konsep dari Reintegrasi Sosial atau RJ pada Pemasyarakatan masih berjalan, Melalui penguatan asesmen dan reintegrasi sosial merupakan bentuk tanggung jawab dari RJ serta peran yang maksimal dari para pihak baik masyarakat maupun penegak hukum.(*).

Editor : MNews