Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Gowa.
Istilah Tenda Biru disini adalah merupakan sebuah wadah atau tempat pertemuan sejumlah pemerhati, pemikir, insan pers, kalangan LSM, aktivis dan lain sebagainya.

Bertempat di halaman salah satu kantor dinas di Kab. Gowa,  tenda biru ini dijadikan sebagai tempat atau ajang pemersatu, pun sebagai lahan untuk menyikapi segala bentuk apresiasi dalam pengambilan sikap.

Keseharinya tempat ini selalu diwarnai pembahasan berbagai isu, baik itu bermuatan politik, debat argumen terkait perkembangan karakter individu, rancangan sosialisasi, dan lainnya.
Selain itu disini juga terlahirnya ide ide cemerlang, semisal bagaimana menciptakan sebuah inspirasi untuk merubah persepsi.

Toleransi, keakraban tetap terjalin, pun terkadang di tempat ini, timbul kesalah pahaman namun tetap bermuara kepada kata mufakat.

Saling memahami dan menghargai dengan tetap mempertahankan kerarifan lokal, tanpa adanya tendensi tendensi terhadap pihak tertentu, di tenda biru ini pun tidak ditemukan adanya diskriminasi dan intervensi terhadap salah satu pihak atau golongan.

Perlu diketahui bahwa, tenda biru yang berdiri kokoh ini, pun sekaligus untuk mengubah persepsi kebanyakan orang selama ini. Pasalnya banyak yang berpendapat kalau tenda biru itu identik dengan kegiatan kegiatan resepsi sebuah hajatan, yang hanya bersifat tentatif.

Akan tetapi, ditempat ini pula, tercipta berbagai keritikan terkait pelaksanaan management, atau anggaran anggaran yang tidak sesuai dengan alur, dalam kubuh pihak yang diamanatkan atau  pemegang tanggung jawab.

Metode bernuansa demokrasi dalam pencapaian asas kebersamaan, tercapai berkat saling intropeksi diri sebelum melemparkan sebuat penyataan melalui argumen.

Menyaring dan memaknai segala bentuk aspirasi adalah merupakan prinsip yang terterap dengan sendirinya tiap individu sejumlah penggiat tenda biru ini.

Termotivasi dengan sifat toleransi dan sosialisasi yang diemban, motivator tenda biru ini, Edy Lawa tertantang untuk mempersatukan sejumlah kalangan tuk berinteraksi terkait wacana pembahasan, tanpa pengecualian.

Terkonsep sifat independen,
penggiat tenda biru tetap mengedepankan nilai nilai kode etik dalam menjalankan aktifitas keseharian, dan dengan tetap bersinergi dengan berbagai pihak.

Tak lepas dari itu, oleh salah satu aktiivis, atau ketua LSM Pemantik yang aktif di tempat ini, Rapiuddin daeng Tantu, jumat (2/8/2019) mengatakan bahwa sejak adanya tenda biru, ini sangat membantu bagi rekan Media dan LSM tuk saling betsilaturrahmi, memberikan masukan, saran atau solusi, serta membahas segala hal permasalahan yang ada di masyarakat, ujarnya.
Selain bisa menikmati secangkir kopi di tempat ini pula kerap dijadikan tempat untuk saling berbagi canda tawa, cerita, layaknya sebuah keluarga.

Penulis : Asmar
Editor : Soni Vayzal