Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Takalar.
Proyek tersebut berada di
Kecamatan Mangarabonbang, Kabupaten Takalar, yang dikerjakan oleh CV Murda Jaibatu dengan nilai anggaran kurang lebih Rp. 90 juta dalam jangka waktu 90 hari kalender yang bersumber dari anggaran APBD.

Pihak pelaksana, CV Murda Jaibatu, Lukman saat ditemui pada Rabu (10/7/2019) kemarin oleh awak media, menjelaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan kinerja H. Yusuf Susandy selaku Kabid Pengelola Usaha Perikanan dan penyelenggaraan TPI Takalar.

Menurutnya, sudah sering mendatangi Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Takalar, namun hingga saat ini yang bersangkutan belum mau menandatangani berkas penyelesaian adimistrasi kontrak untuk pencairan sisa anggaran yang masih ada.

“Padahal berkas atau kontrak yang sudah hampir satu bulan lamanya saya bawa-bawa belum juga dapat dibubuhi tandangan pak Kabid. Saya tidak tahu apa masalahnya atau kendalanya, sebab adimistrasi kontrak yang saya bawa sudah lengkap dan tidak ada yang kurang satupun, saya tetap ikut pada aturan yang ada dalam kontrak.” keluh Lukman.

Sementara adimistrasi berkas Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan dengan nomor 523/BAPP/820/VI/2019 oleh Tim Pemeriksa Barang, masing-masing sudah bertanda tangan dalam berkas kontraknya

“Cuma saat ini yang belum dapat memberikan tanda tangannya hanya Pak Kabid lalu di lanjutkan ke Pak Kadisnya, lagian saat ini saya masih punya kendala yaitu utang tersisa pada pemilik material dan saya juga masih belum dapat membayarkan lunas gaji tukang dan para buruh, saya hanya mengandalkan sisa anggaran pekerjaan yang tertinggal yang belum di tanda tangani pak Yusuf” jelasnya.

Lanjut, “Untuk pencairan sisanya, sementara ini saya sering di telepon yang bersangkutan karena saya belum dapat melunasi semuanya,”ucap Lukman kesal.

Sementara itu, ditempat terpisah Kabid H. Yusuf yang dikonfirmasi di ruangan kerjanya, Rabu, (10/7/2019), membenarkan hal yang disampaikan Lukman.

“Iya memang saya belum bisa tandatangani di dalam kontrak pencairan sisa anggaran yang masih ada, sebab masih ada laporan yang saya dengar terkait keluhan warga yang lahannya minta diganti rugi.” katanya

“Jadi hari itu pula saya bersama staf bidang turun meninjau ke lokasi pekerjaan pak Lukman, sekaligus ingin mau tau apa benar ada laporannya seperti itu, karena yang saya dengar ada sebagian lokasi warga terkena pembangunan jalan nelayan tersebut ” sambungnya

“Masalah pekerjaannya sudah sesuai dengan prosedurnya, jika ada warga kompleng masalah lahannya, nanti kita panggil dan duduk bersama untuk mencari solusi terbaiknya, sehingga tidak ada di rugikan dari semua pihak” pungkas Kabid. (*).

Editor : Soni Vayzal