Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Gowa.
Sesuai rencana Pemkab Gowa, 
terkait pembangunan pedestarian , pembangunan stadion Kalegowa, revitalisasi Balla Lompoa, serta revitalisasi Masjid Syekh Yusuf, saat ini telah mulai digenjot pembangunan infrastruktur.

Tidak tanggung tanggung pemerintah Gowa menganggarkan 25% APBD nya untuk pembangunan infrastruktur pada 2019 ini.
Sekaitan dengan itu pedestarian dibeberapa ruas jalan mulai dibongkar, dimana diketahui kontraknya sudah berjalan satu bulan.

Dikabarkan sebelumnya beberapa waktu lalu, bertempat disalah satu warkop, telah dilakukan pertemuan kecil antara pemerintah dengan beberapa pemerhati lingkungan.

Kegiatan itu, menurut Kahar daeng Muji bukanlah merupakan pertemuan resmi, meskipun pihak pemerintah hadir di sana. Selain Sekda Gowa mewakili Bupati Gowa, dinas PUPR, dinas lingkungan hidup, beberapa LSM pemerhati lingkungan, serta Direktur Walhi Sulsel, Muhammad Amin, ikut hadir saat itu.

Dalam pertemuan yang juga membicarakan tentang  pedestarian, pembangunan infrastruktur itu, kelompok LSM mengusulkan agar segera dilakukan diskusi publik.

“Konsultasi publik itu penting dilaksanakan agar publik tau, seperti apa rencana pekerjaan pembangunan pedestarian tersebut, yang akan melakukan banyak penebangan pohon,” papar Kahar.

Kahar, sapaan akrabnya kerap dipanggil daeng Muji, menegaskan bahwa masih banyak masyarakat, LSM, pemerhati lingkungan, maupun media yang belum mengetahui apa yang akan dilakukan pemerintah, sehingga perlu dilakukan diskusi / konsultasi publik.

Selain itu kata dia lagi, harus dijelaskan peruntukan , berapa luas pedestarian yang akan dikerja dan pohan yang ada saat ini akan ditebang, sebagian atau secara keseluruhan.

Lanjut daeng Muji, menyebutkan bahwa nantinya ruas jalan punya ciri khas karena adanya perbedaan jenis pohon.

Saat ditanya tentang siapa yang berkompeten melakukan diskusi publik, Kahar Muji menyampaikan  kalau konsultan perencanaan yang harus melaksanakannya, dengan menghadirkan unsur masyarakat untuk berbicara.

Lebih lanjut, ia tetap menegaskan agar konsultasi publik tetap dilaksanakan , karena jika tidak, pihaknya akan mengambil sikap.
Namun walau demikian, daeng Muji tetap mengapresiasi pemerintah dengan memberikan kesempatan bagi kontraktor melakukan tugasnya, sembari mempersiapkan konsultasi publik.

Laporan : Rafiuddin Tantu
Editor : Soni Vayzal