Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Makassar.
Yonif Para Raider 432/WSJ melaksanakan Latihan Pemeliharaan Raider. Program ini dilaksanakan bertujuan untuk memelihara kemampuan masing-masing prajurit, dilaksanakan di Salodong Komplek, Daya, Makasar. Senin (24/6/2019) kemarin.

Komandan Batalyon Infanteri Para Raider 432/WSJ, Mayor Inf Gustiawan Ferdianto mengatakan, “Pemeliharaan latihan prajurit sangat dibutuhkan untuk menjaga kemampuan yang telah dimiliki. Ada pun materi dalam latihan tersebut di antaranya TPRAG (Taktik Pertempuran Regu Anti Gerilya), Raid, Patroli dan ada juga materi PKP (Pendaratan Kaki Pantai),” terangnya saat meninjau prajuritnya latihan di beberapa titik wilayah yang sudah di tentukan .

Dari 300 personel dibagi dalam 2 SSK. Begitu pula dengan tahapan latihan, juga dibagi menjadi tiga. Mulai dari tahapan basis, gunung hutan dan rawa laut.

“Untuk gunung hutan kita pilih di daerah Bonto Marannu Kecamatan Moncongloe, kemudian untuk rawa laut daerah Salodong, Kota Makasar dan sekitarnya,” terang Danyon.

Latihan yang dilaksanakan selama 14 hari ini, sejumlah materi yang diberikan harus dikuasai secara perorangan karena menjadi modal untuk memupuk kekompakan tim.

“Tim harus solid, tidak harus ada kata lain, kalau perintah satu, harus satu,” tegasnya.

Usai latihan dan penilaian selesai, maka dilanjutkan dengan evaluasi untuk melanjutkan ke latihan berikutnya. Mengingat pihaknya akan melaksanakan latihan pemantapan, sebab nanti akan lebih besar momennya dari yang sekarang.

Program latihan ini baru pertama kali dilaksanakan di Salodong, Kota Makasar. Kemungkinan pada latihan pemantapan pada Desember nanti letusan akan lebih ramai. “Jadi ini latihan perorangan untuk menyongsong latihan pemantapan,” jelasnya lagi.

Latihan akan dilaksanakan rutin setiap tahun. Semua prajurit akan mendapatkan giliran. Ditegaskannya, dalam setiap kegiatan tetap ada reward dan punishment.

“Kalau yang tidak sesuai prosedur akan diberikan punishment bisa berupa teguran atau sanksi fisik. Itu tergantung seni pelatih yang akan memberi punishment. Kalau reward berupa kesejahteraan untuk istirahat,” pungkasnya.

Editor : Soni vayzal