Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Gowa.
Budaya ritual kaddo bulo terus dilestarikan oleh warga Parampambe tiap tahunya seusai melakukan kegiatan panen padi, hal tersebut disampaikan oleh  Dg. Arsya (45) warga desa Parampambe kec. Galesong Kab. Takalar, saat disambangi awak media MakassarNews, di kediamannya pada sabtu malam pukul. 22:30 wita.(20/04/2019).

Acara ritual kaddo bulo, yang biasa disebut nasi bambu, merupakan wujud kesyukuran atas keberhasilan mereka dalam  bercocok tanam, budaya ini sejak dahulu kala telah di wariskan oleh leluhur yang di lanjutkan oleh anak cucu sebagai generasi pelanjut. 

Budaya lokal, sebagai warga tani ini, menjelaskan bahwa tiap musim hujan mereka mulai giat menggarap sawahnya untuk menyemai benih, dan menanam bibit padi, dengan penuh semangat dilakukannya itu seolah tanpa pamrih, cerah dan hujan tak menyurutkan semangat untuk melakukan aktifitas keseharian mereka. Setelah tanaman tumbuh besar dan mulai menghasilkan butiran padi, pun merupakan hal yang paling rentan, mulai dari serangan hama,  tumbuhan parasit, serta asupan air yang cukup, sehingga harus mendapat perhatian yang ekstra.

Sekaitan dengan itu, setelah kegiatan tersebut dilakukan selama berbulan-bulan lamanya, bergelumur lumpur, tibalah saatnya padi siap untuk di panen, disitulah nampak kegembiraan, bentuk kesyukuran para petani pada khususnya, dan seluruh warga setempat pada umumnya, yang secara serentak melaksanakan ritual dimalam hari, dengan memasak nasi berwadahkan bambu lalu dibakar, selanjutnya dihidangkan untuk disantap bersama.

Laporan : MZ. Nurdin Acmad
Editor : Soni Vayzal