Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Gowa.
Terhitung sejak awal tahun 2000-an peminat untuk berkecimpung di bidang Multimedia, mulai meningkat diberbagai kalangan, selain sebagai penyaluran bakat, pun sebagai kepuasan tersendiri atas apa yang menjadi tolak ukur, sebagai bahan referensi untuk pengembangan sebuah hasil karya, yang telah tertuang khususnya dalam sebuah wadah yang disajikan melalui audio dan visual.

Ketertarikan terhadap dunia multimedia yang menjadi bagian dari ekonomi kreatif di Indonesia sedang berada di puncak popularitas peminatan profesi di kalangan anak muda sekarang ini.

Sekaitan dengan itu, hanya dengan mengandalkan minat dan bakat, serta standarisasi alat seadanya, sekumpulan pemuda asal Gowa, kita sebut saja Ade, bersama rekannya, Rahmatullah, dan Akbar, serta sejumlah rekan lainnya, dengan bakat alami yang dimilikinya, tertarik untuk membangun sebuah Production House (PH) yang diberi nama Prima Daeng Indonesia, / Gowa Prima Sinema.

Komunitas Multimedia yang beranggotakan sejumlah 12 orang ini pun diketahui telah memproduksi sebanyak 6 film pendek, diantaranya berjudul : Point balao, Mereka kembali, Datu Museng, Syirik, Bloody florest, dan Patriot Bangsa.
yang pengambilan gambarnya (lokasi Shooting) di jalan Sultan Hasanuddin, Kel.pandang-pandang, Kec. Somba Opu, Kab.Gowa.

Mereka belajar menuangkan ide-idenya agar lebih terpetakan dalam sebuah skenario atau skrip yang baik, dan mendapatkan sumber inspirasi dari menonton film.Dan dari situlah komunitas ini menyadari bahwa film bukan melulu soal bagaimana membuatnya sampai hebat, tetapi jauh ke dalamnya adalah berpijak dari menggali ide dan mendapatkan inspirasi demi karya yang berkualitas.

Saat ditemui, Ade mengatakan akan terus giat bereksplorasi bukan hanya segi teknisnya saja, tetapi juga bagaimana mendapatkan ide dan inspirasi, dan saat ini tengah menggarap film berjudul Doti the Movie.
Rabu. (10/4/2019).

Walau diketahui, soal teknis dari minimnya peralatan yang kadang mempengaruhi kualitas hasil produksi perfilman, begitu banyaknya rintangan yang harus dilalui, namun hal tersebut tak menyurutkan semangat khususnya PH. Prima Daeng Indonesia, / Gowa Prima Sinema, untuk tetap, dan terus berkarya.

Ade, beserta rekannya pun berharap kedepan nanti, apa yang mereka sajikan ke publik, mendapat aspirasi dari seluruh kalangan, sebab menurutnya sebuah karya adalah sebuah sentuhan perasaan yang dikemas dalam sebuah wujud, itulah seni.

Penulis : Jumruaty. L
Foto : Nurjuliniarti
Editor : Soni Vayzal