Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Sepekan setelah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor, di sejumlah wilayah khususnya Provinsi Sulawesi Selatan, nampak sejumlah warga yang terdampak masih belum bisa melakukan aktifitas sebagaimana mestinya, dikarenakan harus membenahi segala bentuk kerusakan yang disebabkan oleh bencana tersebut.

Terlihat sebagian warga masih mengungsi di tempat tertentu, baik yang rumahnya masih tergenang air, ataupun yang rumahnya hancur diterjang banjir dan tanah longsor.
Berbagai kalangan masih terlihat memberikan sumbangsihnya, berupa tenaga, material, layanan kesehatan, dan sebagainya, selain Pemerintah, TNI, Polri, Basarnas, juga dari Organisasi kemanusiaan, dan masyarakat secara berkelompok, ataupun perorangan.

Terhitung ada beberapa titik lokasi yang parah terkena dampak musibah, yang mengakibatkan terjadinya korban jiwa, terhitung hingga hari senin (28/1/2019) kemarin, jumlah korban jiwa secara keseluruhan
dijelaskan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Syamsibar, dan mengatakan catatan tersebut merupakan data terkahir yang diupdate hingga hari itu. Terhitung 68 orang meninggal dunia, tujuh orang dikabarkan hilang, ratusan rumah, fasilitas umum rusak parah dan ribuan orang masih mengungsi ke posko yang telah disiapkan, masjid, ataupun ke rumah keluarganya.
Korban tersebut antara lain berasal dari Kabupaten Gowa sebanyak 45 orang, Jeneponto 12 orang, Maros 4 orang, Takalar 2 orang dan Makassar 1 orang. Sementara, korban hilang, masing- masing 3 orang di Jeneponto, 3 orang di Gowa dan 1 orang di Pangkep.

Sekaitan hal tersebut, berkat hasil kerja keras dari sejumlah personel TNI, POLRI, dan masyarakat, hingga sebagian besar akses yang tertimbun material musibah dibeberapa titik, termasuk juga jembatan, kini sudah dapat dilalui, di samping itu, nampak segenap warga tengah membersihkan rumah dan perabot yang masih tersisa dan bisa digunakan paska bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

Penulis : Soni Vayzal
Foto : Jumriaty.L