Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Aliansi Orang Sulawesi (ALOS) kembali turun ke jalan dan melakukan aksi, guna mempertanyakan terkait indikasi kurangnya kinerja, Pejabat Kantor Kejati Sulsel terkait kasus Kadis PU Enrekang, Selasa (29/01/19).

Aksi yang dipimpin langsung jendral lapangan, Muhammad Abduh Azizul Gaffar dengan mengerahkan massa sedikitnya sekitar 100 orang, guna menyampaikan aspirasi di Kantor Kejaksaan Tinggi.

Sekaitan aksi tersebut, diduga bahwa pihak Kejati kurang serius menanggapi kasus yang dimaksud. Selain itu, dalam tuntutannya, meraka menuntut keras kepada pihak Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk menjelaskan dan mengusut tuntas terkait kasus dugaan Korupsi proyek Pembangunan Jalan Pebaian – Tombang, dan kasus anggaran dugaan korupsi proyek pembangunan bendungan air baku sungai Tabang, tahun 2015. yang diduga merugikan negara sejumalah 64 Miliar.
“Hal ini saya selaku direktur lembaga tidak setuju dengan hal ini bagai mana tidak, hal yang bersangkutan tidak diproses secara adil dan kami nyatakan Kadis PU yang ada di Enrekang itu kebal hHukum ujar,’Riswanda,

Selain itu pula para demontran meneriakkan dengan lantang, bahwa adanya dugaan permainan kerja sama antara pihak PU Enrekang dan Kejaksaan Tinggi Sulsel.

Sehubungan dengan kasus tersebut Pihak Kejaksaan Tinggi Sul-Sel, Julung Politik dan Keamanan Irwan, menyambut para peserta demonstrasi dan menjawab secara lansung tuntutan para demontrasi didepan gerbang Kejati Sul-sel.
“Tidak ada laporan dan pengaduan yang tidak kami tindak lanjuti karena ada konsekuensi bagi kami jadi prosedur yang dilakukan adalah pengumpulan data apakah data-data yang diberikan kepada kami sudah cukup memenuhi unsur-unsur ketahap penyelidikan kalau tidak cukup biasanya kami mengabil langkah adalah mengevaluasi laporan ini karena kalau tidak cukup kami akan panggil, ini laporanmu kurang karena kalau kami tidak panggil jangan sampai di sikat balik oleh yang dilapor oleh karena itu ini bersifat rahasia oleh pelapor dan kami, maka dari itu kita saling mengertilah teman-teman,” ungkap Irwan.

Penulis : Muh.Fatni
Editor : Soni Vayzal