Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – MAROS – Hanya dalam kurun waktu 9 hari, satuan Narkoba Polres Maros berhasil mengamankan 6 tersangka pengedar Narkoba di beberapa tempat berbeda. Dari enam tersangka ini, Polisi menyita barang bukti Narkoba jenis sabu sebanyak 24 saset kisaran seberat 20 gram.

Kasat Narkoba Polres Maros, AKP Irvan Arfandi mengatakan, hal ini pertama kali terjadi di wilayah Maros sejak ia menjabat. Ironisnya, Ketiga dari enam pelaku pengedar Narkoba ini merupakan warga dari kecamatan Bantimurung yang diketahui bekerja sebagai penjual souvenir kupu-kupu.

“Dalam jangkah 9 hari tersebut Satuan Narkoba telah mengamankan pelaku di tempat yang berbeda. Tersangka tidak satu jaringan. Tiga diantaranya berasal dari Maros dan sisanya asal Makassar. Adapun barang bukti tersebut akan diedarkan di wilayah Maros,” Ungkap Irvan Arfandi, Senin (21/1/2018).

Dua pelaku pertama, masing-masing AG (28) dan MW (26) warga Jalan Mula Baru, Makassar, diamankan di wilayah perbatasan Makassar-Maros dengan barang bukti 3 saset sabu seberat 0,11 gram yang hendak mereka jual ke salah satu pemesan di Maros pada 9 Januari 2019.

“Tiga hari berselang, kembali mengamankan seorang perempuan berinisial DV (47) dengan barang bukti 1 saset sabu. Tersangka ini juga merupakan warga sultan Alauddin, Makassar,” lanjutnya.

Hari berikutnya, anggota kepolisian kembali mengamankan seorang warga jalan Makmur Daeng Sitakka, Maros, berinisial RD (22) dengan barang bukti 1 saset sabu seberat 0,08 gram. Berlanjut, Polisi kembali mengamankan 1 orang warga Bantimurung, SY(28) dengan barang bukti satu saset sabu.

“Kasus terakhir itu kami amankan seorang warga Jenetaesa, Simbang, AB (23). Diantara kelima tersangkah, ini paling banyak barang bukti ada 14 saset sabu. Berat keseluruhan belum bisa ketahui dikarena masih diuji Labfor Polda Sulawesi Selatan. Kalau sementara diperkirakan sekitar 10 gram, selain Sabu diamankan ada juga uang 400 ribu serta alat isap” paparnya.

Saat ini, Satnarkoba Polres Maros juga masih memburu pemasok barang pelaku. keenam tersangka itu, dijerat dengan ancaman pasal 114, 112 (1) Undang-undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

(Ullah)