Spread the love

Robohnya pagar tembok pembatas antara makam Sultan hasanuddin, dengan pemukiman warga, yang terjadi hari Sabtu 22 Desember 2018, mengakibatkan empat rumah warga sekitar rusak karena tertimpa runtuhan material, diantaranya rumah milik daeng Bonto, Harto daeng Gading, Adnan, dan kediaman milik Angki.

Oleh salah satu warga di depan awak media menjelaskan, kejadian yang menimpa empat rumah warga tersebut tepatnya di perkampungan Palantikang, kelurahan Katangka, kecamatan Somba Opu, kabupaten Gowa, kini sedang tahap perbaikan. Ahad (30/12/2018)
“Sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah membantu, kami tinggal disini sejak tahun 1986, baru sekarang mengalami kejadian seperti ini, dan sebenarnya ada empat rumah warga yang jadi korban, kami memang dirugikan, tapi pihak terkait sudah turun tangan, untuk perbaikan bangunan”, jelas daeng Bonto.

Atas kejadian tersebut, tidak ada jatuh korban, namun ada beberapa warga belum bisa melanjutkan rutinitas sebagaimana biasanya.
Harto daeng Gading, salah satu warga yang rumahnya terkena dampak kejadian tersebut menjelaskan, sampai saat ini usaha yang dijalankannya belum bisa beroperasi seperti sesedia kala.
“Saat ini kami punya usaha kecil-kecilan, Depot air isi ulang, tapi sejak kejadian itu, usaha kami ini tidak bisa beroperasi lagi sama sekali sampai sekarang, untuknya itu kami harapkan segala sesuatunya bisa teratasi secepatnya”, ungkapnya penuh harap.

Penulis : Soni Vayzal
Foto. : Jumriaty Lesse