Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Megolah bahan baku jenis tembaga menjadi produk bernilai belum tentu mudah dilakukan, tapi di tangan Kahar (52 tahun), hal itu bisa terwujud.

Ide memanfaatkan bahan dasar tembaga , sudah ada sejak dahulu, namun pengembangannya pun tetap dilakoni oleh salah seorang putra daerah kelahiran makassar.

Bermula dari ketekunan Kahar sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ia mengolah tembaga menjadi barang berharga.

“Saya mulai menekuni kerjaan ini sejak masih SD. Pulang sekolah, usai mengerjakan PR, saya tidak pergi bermain layaknya teman-teman saya lainnya, melainkan saya membantu orang tua mengerjakan pekerjaan tersebut,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Selasa (11/12/2018).
Kerajinan tangan warisan leluhurnya ini masih dikerjakan secara manual dan diolah dengan alat seadanya. Profesi ini ia tekuni hingga saat ini.

Saat ditemui wartawan makassarnews.id, di kediamannya di Jalan Borong Raya Baru, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, bapak 5 orang anak ini sedang berada di belakang meja kerjanya.

“Kami mengerjakan pesanan, seperti perhiasan pengantin, miniatur rumah adat, dll, sesuai keinginan pemesan itu sendiri, mulai dari model kandawari, sisik, manohara, motif 2 warna, dan sebagainya,” kata dia.

Kahar menafkahi keluarganya dari penghasilan profesi yang ia tekuni ini.
Dengan penghasilan yang terbilang cukup, Kahar berharap, agar sekiranya di hari-hari mendatang omset bisa meningkat.

“Cuma ini mata pencaharian kami, sehingga tak lupa kami berdoa, agar pesanan kami bisa meningkat di hari-hari selanjutnya,” kata Kahar.
 
Penulis: Soni Vayzal