Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Semakin banyaknya praktek korupsi di Indonesia khusus di kalangan legislatif, menjadi sorotan banyak pihak hingga ke masyarakat.

Pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang diperingati hari ini, Minggu (9/12/2018), calon legislatif DPRD Kota Makassar dari Partai Bulan Bintang (PBB), Sridevianti mengatakan, bahwa pencegahan korupsi dan pendidikan politik menjadi tonggak utama memerangi korupsi.

Hal itu, menurutnya, perannya sangat besar dipegang oleh partai politik, terutama sejak awal mula perekrutan calon legslatif.

“Kalau kita bicara tentang pencegahan korupsi di jabatan politik khususnya di kalangan legislatif, maka menurut saya, parpol sebagai pengusung caleg dan pemilik kader punya peran dan pengaruh besar dalam upaya pencegahan korupsi,” tutur Sridevianti.

Pertama dalam rekrutmen calon legislatif, partai politik punya peran strategis untuk mewajibkan calon legislatifnya untuk mengikuti program yang dimiliki parpol dalam geraknya mengawal anti korupsi.

“Parpol juga bisa mewajibkan calegnya mengikuti pembekalan caleg yang juga dalam forum itu disampaikan aturan perundangan yang mengatur tentang hak, tugas, dan kewajiban seorang legislatif. Jika itu tersampaikan dan ada kesadaran dari personal politisi itu, maka korupsi saat menjabat di DPRD atau DPR RI tidak akan terjadi,” kata Sridevianti.

Tidak hanya itu, Sridevianti yang merupakan caleg dari Dapil 3 Kota Makassar yang meliputi Tamalanrea-Biringkanaya ini mengatakan, saat menjabat nanti sebagai anggota dewan, di pengangkatan ada yang namanya sumpah jabatan.

Di proses itu para anggota dewan bersumpah untuk setia pada Pancasila, Undang Undang, melakukan penegakan demokrasi, dan mementingkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Serta memperjuangkan aspirasi rakyat.

Dengan modal melaksanakan sumpah itu saja, dan kesadaran dari anggota legislatif menurut Sridevianti, tidak akan terjadi tindakan korupsi di kalangan legislatif.

“Dan yang juga menurut saya, penting adalah perlunya edukasi ke pemilih tentang bahaya money politics. Ini harus terbangun juga agar menghilangkan budaya korupsi mulai dari potensinya, yakni money politik. Caleg jangan mengambil cara praktis untuk mendapatkan jabatan, karena jika cara mendapatkannya dengan curang, maka menjaga dan mempertahankan jabatannya juga akan pakai cara yang curang,” ungkap wanita yang aktif berperan dan sosialisasikan tentang pemberdayaan perempuan dan anak ini.

Banyak cara curang yang kemungkinan digunakan. Mulai money politik, mencuri suara, atau dengan jual beli suara. Tindakan curang itu akan membuka ruang untuk tindakan korupsi.

Lalu bagaimana caleg bisa kampanye yang sehat? “Ya harus dengan interaksi, komunikasi yang intes dengan calon pemilih, itu juga yang saya lakukan. Dan saya selalu sampaikan, saya siap saat sudah jadi legislatif, siap untuk dikontak, siap untuk didatangi, dan siap untuk memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi rakyat kedepan,” pungkasnya.

Penulis : Soni Vayzal