Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Dengan tema “Armada RI Ksatria Pengawal Samudera dan Perekat Nusantara, Bersama Rakyat Siap Menjaga Kedaulatan NKRI”, Lantamal VI memperingati Hari Armada RI ke-73 tahun 2018 (05-12-2018) secara sederhana yang dilaksanakan di lapangan Arafuru Mako Lantamal VI.
Bertindak selaku Inspektur Upacara Wakil Komandan Lantamal VI Kolonel Marinir Rasman, M.Tr (Han) diikuti para Asisten Danlantamal VI, Kadis/Kasatker Lantamal VI dan peserta upacara lainnya terdiri dari kompi Perwira, Bintara, Tamtama, PNS Lantamal VI dan Yonmarhanlan VI serta ABK Kapal Perang yang sedang bersandar di dermaga Layang Mako Lantamal VI.

Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M. yang dibacakan oleh Inspektur Upacara menyampaikan bahwa Upacara hari ini memiliki arti yang sangat penting bagi TNI Angkatan Laut, karena mengingatkan kita tentang sejarah berdirinya ARMADA RI.
Perjalanan sejarah menunjukkan bahwa ARMADA RI telah tumbuh menjadi organisasi yang semakin besar dan didukung oleh berbagai jenis ALUTSISTA, selanjutnya sesuai Keputusan Presider RI nomor 12 tahun 2018 telah dibentuk sejumlah satuan baru TNI di wilayah timur NKRI, termasuk KOARMADA TIGA di Sorong sebagai bentuk penataan gelar pasukan TNI dalam rangka membangun pertahanan negara yang kuat dan merata serta dapat menjangkau seluruh NKRI. Peringatan hari ARMADA RI yang dilaksanakan setiap tahun tidak hanya sekedar kegiatan seremonial semata, tetapi merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas peran KOARMADA SATU, KOARMADA DUA dan KOARMADA TIGA dalam melaksanakan tugas pertahanan negara di laut. Peringatan hari ARMADA juga menjadi wujud introspeksi dan evaluasi bagi seluruh jajaran ARMADA atas pelaksanaan tugas yang telah diemban, sehinga kedepan diharapkan akan semakin optimal.

Lanjut KASAL dalam amanatnya menyampaikan bahwa, perkembangan lingkungan strategis saat ini semakin sulit diprediksi karena dinamika perubahan global yang begitu cepat dan bentuk ancaman potensial maupun ancaman faktual.
Ancaman faktual yang dihadapi saat ini meliputi separatisme, pelanggaran wilayah, terorisme, pelanggaran hukum di laut, wabah penyakit dan bencana alam. Hal ini menimbulkan kerugian negara dan mengganggu stabilitas keamanan nasional.
Keterlibatan TNI AL dalam operasi kemanusaiaan dan penanggulangan bencana yang baru-baru ini terjadi di Lombok dan Palu adalah salah satu contoh kontribusi nyata TNI AL bagi bangsa dan negara.
Selain itu, adanya ancaman berdimensi baru yang bersifat hibrida berupa kombinasi ancaman konvensional, aksi kriminal, serangan asimetrik dan serangan siber harus diantisipasi dan dihadapi oleh jajaran ARMADA TNI AL.
Diakhir amanatnya KASAL menyampaikan beberapa penekanan untuk dipedomani dalam setiap pelaksanaan tugas antara lain :
PERTAMA, Tingkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai landasan pelaksanaan tugas dan pembinaan kehidupan keluarga.
KEDUA, Tingkatkan disiplin, dedikasi dan loyalitas dengan senantiasa berpedoman kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, Sebelas Azas Kepemimpinan TNI dan Trisila TNI AL sebagai jati diri dalam melaksanakan tugas negara.
KETIGA, Tingkatkan profesionalisme dan naluri tempur melalui latihan dan operasi demi tercapainya kesiapan operasional satuan.
KEEMPAT, Pedomani Standard Operational Procedure dan Prinsip Zero Accident pada setiap pelaksanaan tugas, untuk mencegah terjadinya kecelakaan personel dan ALUTSISTA.
KELIMA, Pegang teguh netralitas TNI dan jaga soliditas TNI, POLRI dan masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi tahun politik menjelang Pilleg dan PilPres 2019.

Sebelum pembacaan amanat KASAL diatas didahului pengucapan Sapta Marga oleh seorang Bintara dan upacara diakhiri pembacaan doa.
Selain upacara parade juga dirangkai prosesi potong tumpeng oleh IRUP sebagai simbol tanda syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang dilimphkan kepada kita dan terwujudnya ARMADA RI yang semakin maju dan kuat didukung ALUTSISTA yang semakin canggih. (Ullah-Soni)