Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Mendapat perlakuan diluar batas kewajaran dari seorang aparat kepolisian yang melakukan pengamanan saat aksi unjuk rasa di depan kediaman pemilik PT. Surya Intiprestasi di jalan Dr. Soetomo pada jumat lalu (30/11), Ahmad Ando akhirnya melayangkan somasi kepada Penanggung jawab instansi kepolisian di Kota Makassar.

Ahmad Ando yang saat itu sebagai wakil koordinator lapangan aksi mengaku mendapat makian dengan kata kasar(taila*o/red). Bahkan dirinya menuding pihak kepolisian cendrung melakukan sikap represif kepada massa aksi beberapa waktu lalu.

“Saya atas nama lembaga telah melayangkan somasi atas tindakan oknum aparat yang berteriak dengan kata kasar terhadap saya dan kawan-kawan massa aksi. Teriakan tersebut adalah bentuk perlakuan kasar yang menciderai kebebasan demokrasi di Indonesia, dan cendrung adalah bentuk pembungkaman”, rilis Ahmad (05/11/2018).

Menurutnya, didalam institusi kepolisian, menurut PERKAPolri No. 14 Tahun 2011 tentang Etika Profesi Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, perbuatan tersebut adalah larangan bagi anggota kepolisian dalam menjalankan tugas.

“Saya takutnya, jika di biarkan maka akan menjadi bumerang kedepannya bagi kebebasan berdemokrasi di Indonesia”, tambah Ahmad Ando.

Somasi yang di kirimkan kepada Kapolrestabes Makassar sekaligus meminta agar proses tindak pelanggaran atas PERKAPolri tetap dijalankan kepada yang bersangkutan, dan meminta evaluasi kepada Kapolsek Ujung Pandang yang di duga adalah pimpinan langsung pengamanan saat aksi berlangsung.

“Dalam somasi yang saya kirimkan kepada Kapolrestabes makassar pada 3 Desember kemarin, saya meminta agar tindakan oknum tersebut di proses sesuai dengan aturan yang berlaku, sambil kemudian mengevaluasi Kapolsek Ujung Pandang”, sambungnya.

Akhir rilis Ahmad Ando meminta Sikap profesionalisme kepolisian. “Disinilah kita akan melihat bagaimana profesionalisme di Kepolisian, apakah Kapolrestabes bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan oknum anggota kepolisian terhadap saya dan massa aksi, ataukah melindungi anggotanya dari jerat sanksi PERKAPolri yang menunggu.” Tutup Ahmad Ando. (Albar)