Spread the love

MAKASSARNEWS.ID Lutim Andi Endhy, salah satu anggota DPRD Komisi 3 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Luwu Timur, yang kini mengikuti Caleg dapil 1, Malili – Angkona, minta agar perusahaan tambang nikel PT PUL di Desa Ussu, agar memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

And Endhy, sempat marah saat menerima aduan salah satu warga yang menyampaikan aspirasinya. Selasa (04/12/2018). “Saya menyarankan agar aktivitas perusahaan tambang nikel PT PUL di Desa Ussu harus dihentikan, karena sudah merusak dan dampaknya sudah terlihat dilapangan, jalan sudah berubah jadi kubangan kerbau,” terang Andi Endhy.

Satu diantara anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur yang betul-betul mewakili warga masyarakatnya, siap menerima aduan aspirasi daimana saja kapan saja.

“Saya terbuka, kita semua keluarga di Luwu Timur, jadi sampaikan saja kalau ada masalah di masyarakat, apalagi seperti kasus yang dilakukan perusahaan di Desa Ussu. Sebenarnya, tutup saja hingga ada penyelesaian terhadap dampak yang ditimbulkan. Jika kondisi dilapangan faktanya seperti ini, saya menduga ada pelanggaran terhadap dokumen Amdal,” ujar Andi Endhy.

Armal, salah satu warga Desa Ussu saat menyampaikan aspirasinya, disambut baik oleh legislator yang langsung merespon keluhan dari warga, dan menyarankan agar bersurat ke DPRD untuk ditindak lanjuti.

“Tolong bersurat ke DPRD Lutim, nanti kami akan tindak lanjuti aduan aspirasinya bersama pemerintah daerah. Kita tidak boleh membiarkan hal seperti ini terus menerus terjadi. Rekomendasi ke tingkat Provinsi perlu disampaikan agar dilakukan pengawasan serius terkait aktivitas tambang sejak dikeluarkannya UU 23 tentang Pemerintahan Daerah dimana kewenangan ESDM beralih ke Propinsi sehingga kami di daerah harus serius mengawasi dampak lingkungannya”, tutup Andi Endhy. (Albar)