Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Setelah melakukan aksi demonstrasi di kantor perusahaan PT. Surya Inti Prestasi pada jumat kemarin, di dua titik, yakni jalan Muhammadiah, Kota Makassar dan kediaman Kcholis Limbunan, pemilik perusahaan, para demonstran mengaku tidak mendapatkan hasil apapun (30/11).

Merasa tidak diperdulikan, massa demonstran kembali menggelar aksi demo siang tadi (01/12/2018). Massa aksi yang terdiri dari beberapa elemen serikat buruh dan mahasiswa turun kembali melakukan aksi demonstrasi di tempat yang berbeda.

Massa demonstran kali ini melakukan aksi demonstrasinya di PT. Meratus, samping jalan tol Ir. Sutami dengan membawa tuntutan yang sama. Bahkan massa sempat memboikot mobil kontainer perusahaan PT. Surya Inti Prestasi agar berhenti beroperasi sebelum tuntutan dari buruh pekerja di PT. Surya Intiprestasi di penuhi.

“Kami bersama para buruh meminta kenaikan gaji, karna gaji Rp875 ribu perbulan sangat tidak mencukupi kehidupan mereka sehari-hari. Dimana kita ketahui sendiri terdapat dalam pasal 90 jo. 185 Undang-undang no. 13 Tahun 2003 tentang Upah Minimum bahwa UMK Makassar itu sebanyak Rp.2.772.000, oleh karena hal tersebut 37 buruh tersebut di PHK oleh pihak perusahaan”, ungkap salah satu orator saat dikonfirmasi.

Tindakan pemberangusan yang dilakukan oleh pihak perusahaan yang melarang buruh yang bekerja di perusahaan PT. Surya Inti Pretasi, dikecam oleh para demonstran.

“Hal inilah yang ingin kami tindaklanjuti yang sesuai dengan pasal 28 jo. Pasal 43 UU No. 21 Tahun 2000 yang mengatur tentang hak buruh untuk berserikat”, tutur Akbar, sekretaris Serikat Pekerja Nasional (SPN).

Jenderal lapangan SPN, Akbar Haruna mengatakan, jika pihak perusahaan tidak segera mungkin menyelesaikan kasus ini, maka akan dikonsolidasikan secara besar-besaran dengan membawa lebih banyak massa lagi dengan menyegel perusahaan. (Albar)