Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Provinsi Sulawesi Selatan adalah salah satu provinsi yang sangat berkomitmen dan maju dalam menyelesaikan penyusunan RAD SDGs. Baseline indikator beberapa tujuan SDGs menunjukkan Provinsi Sulawesi Selatan akan mencapai target pada tahun 2030.

“SDGs ini kan ibarat Coto Makassar. Harus ada kuah, daging, bumbu, garam. Kalau tak ada satu unsur saja, maka tak lengkap. Karena itu, perguruan tinggi tak boleh tidak berperan,” kata Dekan Sekolah Pasca Sarjana Universitas Hasannudin, Prof. Jamaluddin Jompa. (27/11)

Hal senada disampaikan Pemimpin Redaksi Kabar Makassar.com, Upi Asmaradana. Menurut jurnalis senior ini, pelibatan partisipasi publik melalui media menjadi hal penting.

“Media selalu berada di pihak yang kalah dan termarginalisasi. Media menyediakan ruang publik untuk diskusi bersama para stakeholder,” ungkap Upi.

Pembicara lain dalam event ini yakni Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Wiryanta; Direktur KSDA KemPPN/Bappenas, Nur Hygiawati Rahayu; Team Leader Sekretariat SDGs, Nina Sardjunani; Kepala Bappeda Sulawesi Selatan, H. Jufri Rahman; Direktur Eksekutif Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI), Yusran Laitupa, perwakilan Sekretariat Nasional Open Government Indonesia, Tities Eka Agustine; Aliansi Remaja Independen Sulawesi Selatan, Fajar Wakti; serta Rizky Ashar Murdiono dan juga Paulus Ronald Nono sebagai perwakilan dari 2030 Youthforce Indonesia yang merupakan komunitas pelaku aktif SDGs.

Di sebuah kafe bernuansa kekinian di kawasan Rappocini, Makassar, Yanuar Nugroho menutup orasi motivasinya dengan mengutip kalimat Bung Hatta.

“Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku. Ia tumbuh dengan perbuatan dan perbuatan itu adalah perbuatanku,” kata Ph.D dengan kajian utama mengenai inovasi teknologi dan perubahan sosial, lulusan Manchester Business School itu.

Ratusan milenial bertepuk tangan penuh semangat. Semua sepakat mewujudkan prinsip dasar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: ‘Tak Ada Seorangpun Tertinggal, No One Left Behind’.

‘Anak mudayya’ Makassar antusias menyambut agenda ini. Bersama mereka berteriak, “We are 2030 SDGs Sustainable Development Goals!” (*/Albar)