Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Sebanyak 40 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampili Pallangga Kabupaten Gowa sambangi kantor Balaikota Makassar, Selasa (26/11/2018).

Dalam kunjungannya, praja angkatan 28 didampingi Ikhsan, salah satu dosen di IPDN. Mereka diterima langsung oleh Kasubag pemberitaan pada bagian Humas pemkot Makassar Reza Nugraha yang juga merupakan purna praja IPDN

Humas menyampaikan bahwa Tujuan kedatangan IPDN untuk melihat sistem pelayanan publik yang ada di pemkot Makassar.

Menurut Reza, para praja berkesempatan untuk mengetahui secara mendalam apa yang akan diperolehnya selama mengunjungi kantor Balaikota dengan melihat secara langsung tugas dan tanggung jawab masing masing SKPD di Sekretariat pemerintah kota Makassar.

“Bagian Humas dipimpin kabag humas, dibantu dengan tiga kasubag yang memiliki tugas dan fungsi masing-masing. Tidak hanya itu kami juga membawahi 40 staf yang bekerja secara baik khususnya dibidang kehumasan. Seperti membuat rilis, ada yang mengabadikan gambar setiap kegiatan para pejabat pemkot makassar dan hasilnya disebar ke semua media di Kota Makassar,” ujar Reza.

Usai mendapat penjelasan dan berbincang bincang rombongan praja melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi war room yang terletak dilantai 10 menara balaikota .Setibanya di war room rombongan diterima langsung oleh Ade Ismar Gobel, M.Si kepala bidang Informasi dan komunikasi publik, Dinas Kominfo Kota Makassar

Ade menjelaskan bahwa war room terbentuk atas inisiasi dari walikota Makassar Moh.Ramdhan Danny Pomanto, dimana konsepnya adalah Smart City yang hakikatnya ialah sebuah konsep yang menempatkan sebuah kota sebagai sebuah ekosistem dari banyak subsistem untuk saling terinterkoneksi dan mendukung sehingga suatu kota tetap tumbuh berkelanjutan (Sustainable Cities)

“Kita lihat beberapa SKPD sudah terintegrasi dengan war room, salah satunya adalah aplikasi sodarata yakni pengaduan layanan publik pada bagian humas. Call center 112, Dottorotta, Kamera CCTV untuk mamantau kondisi kota Makassar selama 24 jam,” jelasnya.

Ade menambahkan untuk menciptakan kondisi keamanan yang kondusif secara ideal, tidak ada kata lain kalau bukan melibatkan unsur pengawasan masyarakat sebagai swadaya dan swakarsa yang berkolaborasi dengan seluruh jajaran keamanan.

“Oleh karena CCTV adalah hanya sebagian kecil dari unsur teknologi dari keterpaduan semua unsur untuk tujuan menciptakan kenyamanan warga kota Makassar,” terangnya. (*/red)