Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Dalam rangka kerjasama persahabatan antara Provinsi Sulawesi Selatan dengan Prefekture (Provinsi) Ehime Jepang dalam bentuk sister province (provinsi kembar) dan potensi peluang kerja sama kedua daerah. Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemerintah Ehime menggelar rapat membahas hal tersebut di Ruang Kerja Gubernur Sulsel di Jalan Urip Sumiharjo, Makassar, Selasa (27/11).

Rapat dilakukan Gubernur Sulawasi Selatan Nurdin Abdullah (NA) dan jajaran Wakil Gubernur Ehime Thosifumi Joko

Diketahui, saat ini sebanyak 35 orang perwakilan pemerintah dan dunia usaha telah berada di Sulawesi Selatan. Berbagai potensi yang dijajaki, mulai dari penanaman pohon sakura, perikanan dan kelautan serta sumber daya manusia (SDM).

“Kita ada tamu ada 35 orang dari Jepang ini, lagi mencari peluang, apa kira-kira yang bisa kita kerjasamakan, yang pasti Pak Wali dan Pak Bupati, izinkan saya mendorong Sulsel ini membuat sebuah sister province, dengan Provinsi (Prefekture) Ehime”, kata Nurdin Abdullah saat memimpin rapat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan dan Kabupaten/Kota Se Sulawesi Selatan di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur.

NA menjelaskan memilih Ehime, bukan daerah lainnya, seperti Tokyo, karena faktor kemiripan yang dimiliki dengan Sulawesi Selatan.

“Kalau Tokyo karena semuanya hutan-hutan beton. Kalau Ehime banyak hal, sebagai salah satu penghasil jeruk terbaik Jepang. Kedua, sektor perikanan juga sangat maju untuk akuakultur (budi daya perairan) dan yang ketiga, tentu kita berharap ada pertukaran pegawai yang kita harapkan supaya ada etos kerja yang berubah,” sebutnya.

Lanjutnya, hal ini merupakan peluang bagi Sulsel, adapun model kerjasamanya baru dirancang. Kerjasama yang menguntungkan ke dua belah pihak.

Jelas NA, bahwa sejauh ini kerjasama dengan Ehime telah terjalin dan telah dirasakan manfaatnya.

“Pasti kita sudah merasakan bantuan ambulansnya, damkar, mobil sampah dan mungkin banyak lagi yang lain, karena ini sudah akan kita permanenkan kerjasama kita,” ujarnya.

Termasuk, ke depan akan ada relokasi industri dari sana ke Sulsel, yakni, terutama untuk akuakultur pengembangan budidaya keramba. Untuk mendukung hal ini maka, akan banyak pemuda Sulsel akan dikirim kesana untuk diberikan pelatihan.

“Akan banyak nanti anak muda kita kirim ke sana untuk mendapatkan skill (keahlian) untuk pengembangan budidaya¬† ini. Karena mereka juga tidak akan membawa orang Jepang ke seni, kita berharap tenaga kerja kita harus dibekali skill dulu agar bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dalam rangka Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang, sebagai tanda persahabatan Jepang dan Indonesia penanaman bunga sakura terlaksana di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. (*/red)