Spread the love

MAKASSARNEWS.ID Bekasi – Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Andi ZA Dulung dalam pembukaan  Kegiatan Penilaian Pendamping dan KUBE berprestasi Tahun 2018 bertema ‘Bekerja dan Berusaha Bersama yang Produktif, Wujudkan Kesejahteraan Keluarga Masyarakat Indonesia’ di Hotel Aston Imperial Bekasi (21/11).

“Dengan model kegiatan seperti ini, diharapkan kita dapat mengetahui berapa KUBE yang berhasil karena penilaian sebuah KUBE  tidak bisa disama ratakan, misalkan untuk KUBE peternakan otomatis membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk bisa dilihat keberhasilannya. Untuk ternak belum bisa dilihat setahun atau dua tahun, apa lagi untuk ternak yang lebih besar seperti sapi. Oleh karena itu, KUBE-KUBE kedepannya akan diarahkan ke dalam bidang dimana, mereka bisa mendapatkan penghasilan dengan cepat.” Jelas Dirjen PFM.

Sementara untuk bisa menilai KUBE yang berhasil ada beberapa hal yang harus dilihat, seperti sudah tidak lagi menerima bantuan atau graduasi. Berbicara mengenai keberhasilan, Program KUBE ini salah satu program yang membuat angka penurunan kemiskinan disebut dengan angka permanen sebab, begitu KPM memiliki penghasilan dari KUBE, otomatis bansosnya dihentikan dan sudah mampu hidup mandiri tanpa bantuan bansos.

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Andi ZA Dulung pun menambahkan. “Oleh karena itu, Bapak-Bapak dan ibu-ibu yang berada di sini boleh berbangga diri karena, kalian adalah orang-orang yang sudah berhasil keluar dari kemiskinan”, ucapnya.

Menutup arahannya, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin mengatakan dihadapan 93 peserta dari 31 provinsi yang terdiri dari Ketua KUBE dan Pendamping KUBE juga tim penilai bahwa, yang masih belum sempat terwujud dalam program KUBE ini adalah pembentukan koperasi, karena kita masih belum memiliki jaringan IT yang kuat, ke depannya koperasi ini akan kita bentuk dengan kerjasama bersama Menteri Koperasi dan diharapkan mampu menjadi salah satu koperasi terkuat di dunia. (*/red)