Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – indikasi korupsi yang menyeret nama mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia cabang Sulawesi Selatan (PWI Sulsel), Zulkifli Gani Ottoh, akhirnya dianulir pihak penegak hukum.

Lewat Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel), kasus dugaan korupsi penyewaan aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) telah dinyatakan rampung atau P21.

Aset yang menjadi objek berupa gedung yang terletak di Jalan AP. Pettarani No. 31, Kecamatan Panakukang Makassar diduga tanpa mengantongi izin dari Pemprov Sulsel selaku pemilik aset, dan hasil uang sewa atas aset tersebut diduga tak disetorkannya ke kas daerah Pemprov Sulsel.

Kasus yang diduga telah merugikan negara tersebut, Zulkifli Gani Ottoh atau yang akrab dipanggil Zugito yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Sulsel, akan disidangkan dalam waktu dekat.

Menurut Seksi Penerangan Hukum kepada beberapa awak media, berkas Zugito yang sudah rampung tinggal menunggu pelimpahan tersangka beserta barang buktinya ke Kejati Sulsel.

Sumber menyebutkan, mantan ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar ini disangkakan dengan Pasal 2, ayat 1, subsider pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang ancaman hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Sementara laporan polisi yang diterima atas nama Baharuddin Amin nomor SP2HP/89.d/XI/2018/Ditreskrimsus, tentang perihal pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan, disampaikan sudah rampung.

Dalam surat yang bertanda tangan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan disampaikan, laporan pengaduan pelapor tentang tindak pidana korupsi penyewaan aset milik Pemprov Sulsel, dalam hal tersangka mantan Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh.

Adapun hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel beberapa waktu lalu, ditemukan terjadi kerugian negara sebesar Rp 1.634.306.366.

Sementara informasi yang beredar menyebutkan bahwa Zulkifli Gani Ottoh telah menjelaskan bahwa pada 2 November 2017, Pengurus PWI SulSel mengajukan gugatan perdata kepada Pemerintah Provinsi Sulsel, karena pihak Pengurus PWI SulSel tidak dapat menerima atau keberatan disebut dengan istilah “dipinjampakaikan” gedung. (*/Albar)