Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Kepala Kelurahan Daya, Nur Alam sempat marah besar saat berkoordinasi bersama warga diruang kerjanya. Wartawan yang melakukan investigasi mengenai dampak kebakaran yang terjadi 26 Oktober lalu, juga sempat dituding miring oleh lurah.

“Kalian ini sudah tiga kali kesini, saya bingung apakah kalian wartawan atau apa, kenapa seperti LSM. Kami disini selalu berkoordinasi sama dua media, “, ungkapnya dengan tekanan nada tinggi.

Beberapa wartawan yang merasa risih dengan perkataan lurah dianulir pihak Babinsa. “Maksud ibu lurah bukan dinda tidak diterima, semua media sama. Mungkin cuman kedua itu media yang sering bu lurah ajak komunikasi”, papar Juhaib.

Saat diruang kepala Kelurahan Daya, emosi lurah juga terpicu karena adanya rumor bahwa pihak kelurahan bekerja tidak maksimal membantu warga yang mengalami kebakaran, bahkan seakan tertutup.

“Saya sampaikan kepada kalian bahwa kami sudah bekerja maksimal. Dari awal kejadian saya sudah berada dilokasi, dan sudah berkoordinasi dengan pihak BPBD, Dinsos dan mereka semua sudah turun tangan. Belum bantuan dari pihak lain. Mulai besok, dana yang ada akan saya cairkan, terserah warga mau diapakan”, ujar Nur Alam.

Dirinya mengatakan bahwa tidak bisa terus terusan bersama warga korban kebakaran, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. ” Ingat yah, keluarga saya tinggalkan demi meladeni warga sampai malam”, tambah lurah Daya.

Beberapa warga saat dikonfirmasi kru media mengatakan bahwa mereka tidak pernah menganggap kalau pihak kelurahan tidak bekerja maksimal. “Kami kan hanya ingin tau bantuan dari mana semua, kami sebenarnya sangat-sangat membutuhkan bantuan, apalagi ini mau masuk waktu musim hujan. Jujur, bantuan yang ada sangat sedikit dibanding jumlah rumah rusak akibat kebakaran”, ungkap salah seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, diketahui bahwa beberapa rencana bantuan warga yang sementara dikoordinasikan oleh pihak kelurahan dan tim penanggulangan kebakaran dilokasi kejadian, dihentikan. (Tim)