Spread the love

MAKASSARNEWS.ID Jakarta – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar merespon terkait hasil penelitian kawan – kawan lembaga penggiat Pemilu, dalam hal ini Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD). Terkait masih rendahnya kepedulian mahasiswa yang notabene sebagai kaum intelektual terhadap pelaksanaan Pemilu Serentak 2019.

” Kekhawatiran saya sebagai respon terhadap hasil penelitian Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD). Jika mahasiswa tidak tahu pada tanggal 17 April 2019 ada Pemilu Serentak Pileg dan Pilpres maka kemungkinan juga kurang peduli. Jika tidak peduli maka partispasi rendah” ungkapnya.

Lebih lanjut Bahtiar menjelaskan bahwa semua pihak berharap, baik penyelenggara, Pemerintah dan stake holder kepemiluan terhadap kaum intelektual muda/ mahasiswa untuk ikut mengawal seluruh proses dan tahapan Pemilu Serentak 2019.
Selain itu kita juga berharap mereka menggunakan hak pilihnya.

“Jika mahasiswa tidak terlibat aktif dalam suksesi kepemimpinan nasional tahun 2019. Kemungkinan akan terjadi kesenjangan harapan kaum  intelektual muda/ mahasiwa dengan produk dari sistem politik atau sistem kepemiluan yang saat ini berjalan” bebernya.

Bahtiar masih menaruh harapan masa tahapan Pemilu menjelang hari ‘H’ pemungutan suara masih ada waktu kurang lebih 5  bulan lagi maka perlu dilakukan upaya secara sistemik untuk mengajak mahasiwa berpastisipasi dalam setiap proses dan tahapan pelaksanan Pemilu 2019.  Jika tidak maka proses politik ini kurang bermakna dalam sisi pendidikan politik, pungkasnya.

Sebelumnya Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) paparkan hasil kajian terkait pemahaman mahasiswa terhadap pelaksanaan Pemilu 2019.

Paparan kajian tersebut  disampaikan dalam acara Kemendagri Media Forum yang diselenggarakan di Kantor Pusat Kemendagri Jl, Medan Merdeka Utara No. 7 Jakarta Pusat, jumat 16 November 2018.

Salah satu temuan hasil penelitian dengan pertanyaan penelitian Tanggal berapa hari ‘H’ pencoblosan Pemilu 2019, sebagai dasar mengetahui tingkat pengenalan, pengetahuan dan pemahaman mahasiswa yang notabene kaum intelektual dan dianggap memiliki ilmu pengetahuan, kepedulian dan akses informasi terhadap berbagai informasi dan regulasi mengenai Pemilu serentak 2019.

Mahasiswa Di Sumatera Barat yang menjawab 17 April 2019 sebanyak 53%, yg menjawab tanggal lainnya sebanyak 41% dan yang menjawab tidak tahu sebanyak 6%. Mahasiswa Di Riau yang menjawab tanggal 17 April 2019 sebanyak 17%, menjawab tanggal lainnya sebanyak 74 % dan menjawab tidak tahu sebanyak 9%. Dan di Yogyakarta yang menjawab tanggal 17 April 2019 sebanyak 85%, menjawab tanggal lainnya sebanyak 11% dan yang menjawab tidak tahu sebanyak 4%. (*/Rusli)