Spread the love

MAKASSARNEWS.ID Lutim – Perusahaan tambang nikel PT PUL, yang berlokasi di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur membuat geram masyarakat sekitar karena humas pihak perusahaan diduga telah menantang warga masyarakat untuk adakan aksi demo. Hal ini dipicu keberadaan tambang PT. PUL yang di duga telah menyerobot tanah warga.

Terkait masalah tersebut, warga sekitar diketahui akan gelar aksi demo untuk menyampaikan aspirasi di beberapa tirik yang ada di wilayah tambang. Menurut sumber, perusahaan PT. PUL juga dianggap warga telah melanggar kesepakan dengan masyarakat yang telah disepakati bersama.

Kepala Dusun Ussu, Hariyanto Hasan, telah menghadap ke pihak perusahan tambang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. “Kami minta kepada PT. PUL agar kembali pada kesepakatan awal, karena masyarakat sudah bentuk Forum untuk memfasilitasi masyarakat dengan management perusahan,” kata Heriyanto Hasan, sebagai Kepala Dusun Ussu.

Selain itu, Perusahan PT. PUL juga diduga melanggar mekanisme aturan pertambangan, karena tidak adanya Kepala Teknik Tambang (KTT) yang mendukung suatu perusahan boleh melakukan aktivitas yang sesuai aturan pertambangan.

“Suatu perusahaan itu tidak bisa adakan aktivitas tanpa KTT dan selama ini karyawan dipekerjakan belum dilengkapi APD, dan perusahaan PT. PUL juga menyerobot lahan warga, karena tanpa sepengetahuan yang yang punya lahan,” tegas Masnur (13/11/2018).

Kepada Desa Ussu, Rahmat, menyarankan kepada warganya agar tidak ada kelompok yang dimanfaatkan oleh orang tertentu, termasuk memanfaatkan keadaan masyarakatnya menuntut haknya.

“Saya tidak bisa menghalangi masyarakat menyampaikan aspirasinya karena itu hak mereka, tapi pesan saya jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan”, ungkap Kades Ussu.

Warga masyarakat Ussu berharap agar Pemerintahan Kabupaten Luwu Timur, melalui Instansi terkait agar tidak menutup mata dengan masalah yang ada selama ini. (Tim)