Spread the love

MAKASSARNEWS.ID Sumbar – Ketua Bawaslu RI Abhan menekankan pentingnya menjaga kedaulatan rakyat dalam pemilihan umum. Rakyat harus diposisikan paling istimewa. Rakyat yang memiliki kepentingan.

Rakyat yang memiliki hak dalam menentukan arah bangsa mau kemana. Predikat Pemilu dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat harus tetap diperjuangkan, kata Abhan dalam ketika menyampaikan sambutan dalam Konferensi Nasional Hukum Tata Negara ke-5, di Tanah Datar, Sumbar, Jumat (09/11/2018).

“Sebagai salah satu penyelenggara, Bawaslu akan terus perjuangankan posisi rakyat sebagai pihak yang paling istimewa dalam setiap pelaksanaan Pemilu maupun Pilkada, “sambung Abhan.

Abhan menambahkan, mendorong dan memberikan rakyat pendidikan politik yang positif dan benar tentunya sebuah kemajuan dalam berdemokrasi. Rakyat, lanjut dia, harus menikmati pesta mereka dengan suguhan-suguhan yang tidak berbau politik kotor. Jadikan dan ajak mereka (rakyat) untuk menjadi pemilih yang datang ke TPS bukan karena embel-embel.

“Jangan kita suguhkan rakyat perpolitikan yang kotor. Dorong mereka ketika datang ke TPS untuk mencoblos karena murni dari hati mereka,” tegas Abhan.

Pelaksanaan Pemilu serentak 2019 akan dilangsungkan pada 17 April 2019, Abhan berharap semua pihak bergandengan tangan untuk sama-sama menyukseskan Pemilu nanti. “Pemilu serentak nanti sejarah baru di Indonesia, dan harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya. Tetap tempatkan rakyat pihak yang paling istimewa,” jelas Abhan.

Menurut Abhan, jika semua pihak berkepentingan dapat sama-sama berkolaborasi dengan baik dalam menjalankan Pemilu 2019 nanti, hasil Pemilu dengan asas jujur, dan adil akan dituai. (*/red)