Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Nama tersangka Soedirjo Aliman alias Jentang, terkait dugaan korupsi penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, tak hanya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di tingkat Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, juga masuk dalam catatan merah interpol.

Informasi beredar bahwa Jentang yang saat ini berstatus buron di Kejati Sulsel diperkirakan kabur ke luar negeri. Hingga kini, Polda Sulsel sudah bergerak membantu Kejati Sulsel untuk menangkap Jentang, sebagai tindak lanjut permintaan resmi Kejati Sulsel kepada kepolisian.

Jentang, tersangka korupsi penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Makassar juga dikabarkan minggat bersama istri ke Jakarta (02/11/2018), dan memilih buron karena tak memenuhi panggilan penyidik Kejati Sulsel.

Diketahui, Jentang diketahui berperan sebagai aktor utama dibalik terjadinya kerugian negara dalam pelaksanaan kegiatan penyewaan lahan negara yang terdapat di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar. Dikuatkan beberapa bukti, diantaranya hasil pengembangan fakta persidangan atas tiga terdakwa dalam kasus korupsi penyewaan lahan negara buloa yang hingga saat ini perkaranya bergulir di tingkat kasasi, melibatkan M. Sabri, Rusdin dan Jayanti sebagai tersangka.

Bukti lainnya hasil penelusuran tim penyidik dengan Pusat Pelatihan dan Aliran Transaksi Keuangan (PPATK). Dimana dana sewa lahan diambil oleh Jentang melalui keterlibatan pihak lain terlebih dahulu.

Atas penetapan tersangka dalam penyidikan jilid dua kasus buloa ini, Kejati Sulsel langsung mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka koordinasi penegakan hukum.

Akibat tindakan Jentang, dapat dijerat dengan Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999 Jo UU No. 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan Pasal 3 dan Pasal 4 UU No. 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Imbas dugaan kasus korupsi ini, beberapa waktu lalu, (09/11/2018) diketahui bahwa Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Universitas Bosowa (Unibos) melakukan aksi demonya untuk mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) untuk menangkap Soedirjo Aliman alias Jentang. (Albar/*)