Spread the love

MAKASSARNEWS.ID Karawang – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang bersama Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) membuka dapur umum untuk membantu tim evakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

“Sejak hari pertama sampai dengan hari ini (Minggu) dapur umum yang dikelola Dinsos Karwang dan SDM PKH menyediakan 1500 nasi bungkus perhari tiga kali makan dan Air mineral,” kata Kadinsos Kabupaten Karawang Setyadarma, Minggu (4/11/2018).

Anggaran kegiatan ini, lanjutnya,. berasal dari anggaran bencana Dinas Sosial Kabupaten Karawang dan sumbangan perusahaan-perusahan, masyarakat dan perorangan. “Sumbangan tersebut berupa makanan siap saji, beras, telur, sarden, ayam, mie instan dan juga air mineral,” paparnya.

Setidaknya terdapat 287 SDM PKH dari 30 kecamatan di Karawang bergantian piket di dapur umum. “Jadi setiap hari bergiliran, masing-masing kecamatan mengirimkan pendamping PKH bertugas di dapur umum,” ucapnya.

Rencananya dapur umum ini akan dibuka hingga Senin (5/11/2018), tapi tidak menutup kemungkinan akan terus berlanjut karena proses pencarian korban belum tuntas.

“Rencana pelaksanaan dapur umum ini diintruksikan oleh ibu Bupati sampai dengan hari Senin, 5 November 2018, tapi tidak memutup kemungkinan akan diperpanjang mengingat pencarian korban pesawat masih berlanjut. Kami akan membantu semaksimal mungkin untuk membantu proses pencarian korban pesawat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sejak pesawat Lion Air JT-610 jatuh di perairan Tanjungpakis, 29 Oktober 2018 lalu, tim pencari korban gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD dan Tagana terjun ke Karawang untuk mencari korban pesawat tersebut.

Hingga Minggu (4/11/2018) pencarian korban masih berlangsung, dari 189 korban baru 4 yang berhasil diidentifikasi. Untuk membantu penyediaan logistik tim evakuasi, Dinsos bersam SDM PKH Kabupaten Karawang membuka dapur umum di posko pencarian korban di Tanjungpakis. (*/red)