Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Tiga Residivis yang merupakan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) dihadiahi timah panas oleh Timsus Polsek Rappocini lamtaran mencoba melarikan diri saat ditangkap dan melawan dengan meronta-ronta, Minggu (04/11/2018). Ketiganya yakni lelaki MR (18), lelaki TA (18), dan lelaki FM (21).

Timsus melakukan pengembangan terhadap ketiga pelaku untuk mencari barang bukti, pada saat anggota Timsus melakukan pengembangan terhapad ke tiganya, ia melakukn perlawan dengan merontah-rontah dan  melarikan diri dari kawalan polisi.

Anggota Timsus sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali namun tidak diindahkan, terpaksa anggota melakukan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan ke tiga pelaku di bagian kaki masing-masing sebanyak dua kali selanjutnya ke tiganya dibawa ke RS Bhayangkara guna mendapatkan perawatan medis.

Sebelumnya, Timsus Polsek Rappocini yang dipimpin Panit 2 Reskrim, Ipda Nurtcahyana, mengamankan 4 orang pelaku. Satu lainnya adalah AU (17). Di mana, ketika anggota Timsus Polsek Rappocini melalukan penyelidikan terkait maraknya aksi curas di wilayah hukum Polsek Rappocini, keberadaan pelaki curas tersebut terendus.

Dari keterangan Kapolsek Rappocini, Kompol H Supridy Idrus, melalui Kasubbag Humas Polrestabes Makassar, AKP Diaritz Felle, SIK bahwa pelaku diamankan di salah satu rumah kos di Jalan Monumen Emmy Saelan.

“MR, AU dan FM diamankan di kamar kos lalu anggota melakukan penggeledahan di kamar kos tersebut dan menemukan 3 HP yang ingin direset oleh FM”, sebut AKP Diaritz.

Selain ketiga pelaku serta 3 HP barang curian, polisi juga mengamkan sebilah senjata tajam jenis parang yang digunakan pelaku melakukan pencurian. Pasca ketiganya tertangkap, anggota Timsus Polsek Rappocini pun kembali mencari rekan pelaku.

“TA diamankan di rumahnya di Jalan Emmy Saelan, sementara satu pelaku berinisial R masih dalam pencarian”, sambung AKP Diaritz.

Diketahui, ada tiga TKP yang pernah di tempati oleh para pelaku beraksi. Yakni di BTN Minasa Upa, di Jalan Pelita Raya, dan di Jalan Bonto Dg Ngirate. Di mana, ketika komplotan tersebut beraksi, para pelaku tidak segang melukai korbannya dengan parang.

Pengakuan MR di hadapan petugas ia berboncengan menggunakan sepeda motor scoopy melakukan curas di Jalan BTN Minasa Upa bersama TA juga berboncengan menggunakan motor mengikuti korban dari belakang kemudian mencegat korban dan MR turun dari sepeda motor dan meminta HP milik korban namun korban tidak mau memberikan, sehingga pelaku menganiaya korban.

“Pelaku menganiaya korban menggunakan senjata tajam jenis parang mengenai tangan dan punggung kemudian mengambil HP dan pelaku langsung kabur”, ungkap AKP Diaritz.

Dari kejadian tersebut korban dirawat di RS Bhayangkara dan menjalani operasi, dan dari tangan para pelaku, ditemukan barang bukti tiga unit HP hasil kejahatan, 2 unit sepeda motor yang digunakan pelaku, dan 1 buah senjata tajam jenis parang yang digunakan pelaku. */red)