Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Andi Topan Muhammad Amir, salah satu warga malengkeri, kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, terlihat sibuk mengaduk tahu dipenggorengannya. Perjuangannya menafkahi anak istrinya lewat tahu gorengnyasudah dilakoninya selama 32 tahun.

“Pekerjaan ini sudah turun temurun. Sejak umur 12 tahun orang tua saya mengajari menggoreng tahu. Alhamdulillah hingga kini saya masih bisa menghidupi 3 orang anak, meskipun dengan hidup sederhana”, tutur Andi Topan kepada awak media.

Menurutnya, menggeluti usaha tahu ini memang tidak mudah. Perlu ketekunan dan keuletan, disamping persaingan usaha yang semakin keras.

Lembaga Koordinasi Peduli Sesama (LKPS) yang mengunjungi lokasi pembuatan tahu memberi apresiasi kepada Topan yang tekun melakukan pekerjaannya. ” Seharusnya wirausaha seperti ini yang perlu diperhatikan oleh pemerintah. Sudah 32 tahun jadi penggoreng tahu namun tak sekalipun mendapat bantuan”, ungkap ketua LKPS, Nurliah Hayat, SE.

Melirik potensi usaha tahu goreng ini juga cukup menjanjikan, dimana olahan tahu goreng dapat dijadikan sebagai pelengkap tahu bakso, tahu isi dan olahan lainnya. Bahkan sisa potongannya pun dapat dijadikan adonan bakso urat.

 

Saat ditanya mengenai keinginannya untuk meminta bantuan kepada pemerintah, Topan mengaku sangat ingin mendapatkan bantuan. “Saya ingin mengajukan bantuan kepada pemerintah tetapi tidak tau caranya”, ungkapnya kepada media. (Rusli)