Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS – LB) Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (BPD Sulselbar), di Hotel The Rinra Kota Makassar, Jumat (2/11). Nurdin Abdullah berharap bank ini menjadi bank devisa.

“Yang pasti kita berharap BPD Sulselbar ini menjadi bank devisa,” kata Nurdin Abdullah.

Adapun alasannya, karena melihat perkembangan investasi yang masuk di Sulsel yang semakin meningkat. “Karena kalau tidak, sayang. Investasi masuk ke Sulsel kita tidak mendapatkan apa-apa,” ujarnya.

BPD Sulselbar dapat mengikuti langkah dari Bank BJB yang merupakan bank BUMD milik Pemerintah Jawa Barat dan Banten, yang sukses berkembang begitu pesat. Bank ini juga memiliki peranan penting, termasuk dalam memberikan deviden sangat bagus kepada daerah-daerah dan itu sangat menolong APBD.

Mengenai rencana Pemrov untuk memberikan tambahan modal, Ia menjelaskan, bahwa hal ini akan dilakukan dengan mengembalikan deviden sebagai penguatan modal.

“Kita harus meningkatkan saham. Yang pasti bagi kita, BPD harus menjadi champion (juara) di Sulawesi Selatan. Oleh karena itu kita berharap sesegera mungkin menjadi bank devisa,” lanjutnya.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga Ia harapkan ada ditubuh BPD Sulselbar dan kualitas IT diperbaiki. “Karena SDM yang bagus akan meningkatkan kapasitas pebankan kita,” harapnya.

Sedangkan untuk penambahan saham Pemprov akan melakukan penambahan. “Kita naikkan sesuai aturan 51 persen, kan orang terus menambah dan kita tidak nambah, akhirnya kita jadi mengecil, intinya kita jadikan bank devisa,” ujarnya.

Ke depan, Nurdin Abdullah mengaku belum ada rencana IPO (initial public offering) atau penawaran saham perdana, walau kemungkinan di masa mendatang akan dilakukan.

Selain itu, dalam RUPS – LB ini juga dilakukan pengesahan Direktur Umum yang seleksinya sudah dilakukan oleh OJK. Irmayanti Sultan diangkat sebagai Direktur Umum Perseroan. Keputusan tersebut menjadi poin utama dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. (*/red)