Spread the love

MAKASSARNEWS.ID Luwu Timur Warga Laroeha, Desa Parumpanai, Kecamatan Wasponda, Luwu Timur, dihebohkan adanya penemuan mayat perempun enam tahun yang sempat menghilang beberapa waktu saat jam pulang sekolah. Hal ini terungkap oleh salah seorang warga dikebun kelapa sawit.

Korban SHN (6) ditemukan tergeletak diparit dengan 37 bekas tusukan bersimbah darah, yang sudah tidak bernyawa lagi, serta tak berbusana.

“Tersangka JSN (25) yang sudah di amankan polres Lutim melalui, akan dikenakan pasal berlapis yaitu pasal 338 dan pasal 285 dengan ancaman 15-20 tahun atau seumur hidup”, ungkap wartawan dari dari lokasi.

Kesat Serse AKP. Andi Malloroang, mengatakan bahwa tersangka akan dikenakan pasal berlapis, Karena masuk kategori pembunuhan sadis dan undang-undang perlindungan anak.

“Akan dikenakan pasal berlapis dimana pasalnya 338 dan 285 serta dikenakan pula undang-undang perlindungan anak, jadi paling ringan 15-20 tahun hingga seumur hidup,” ungkap Andi Malloroang saat ditemui. Rabu (31/18/2018).

Motif pelaku yang menghabisi korban, disebabkan oleh korban yang menangis saat pelaku memaksakan alat vitalnya ke alat vital korban.

“Pada saat menangis itulah pelaku panik dan takut serta ingin menghilangkan jejak, kemudian pelaku mengambil sebila pisau dan menancapkan ketubuh korban dan terdapat beberapa luka tusukan serta memar sekurjur tubuhnya” Andi Malloroang menambahkan.

Diketahui korban ditemukan pukul 17:00 wita, sedangkan pelakunya dibekuk dan langsung diamankan di polres Luwu Timur pada pukul 22:00 wita.

Pada pukul 23:00 wita Kasat Lantas, AKP. Andi Ali Surya Dan Kasat Reskrim, AKP. Andi Akbar Malloroang, langsung terjun di TKP untuk merdah massa dari pihak keluarga korban yang akan membalas perlakuan pelaku.

Polres Luwu Timur kini tengah melakukan penggalangan dan pengamanan terhadap orang tua korban dan keluarga tersangka untuk menghindari provokasi yang tidak bertanggung jawab yang bisa mengganggu kantibmas.(Al/toto)