Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus Pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing, namun juga pemerataan hasil-hasil pembangunan.

“Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), Kementerian PUPR membangun bendungan dan embung untuk mengatasi krisis air. Pembangunan bendungan juga untuk mendukung produktivitas lahan pertanian seperti Sulsel sebagai salah satu provinsi lumbung pangan nasional yang memiliki hamparan sawah yang luas,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang menjadi pembicara kunci pada Festival Kawasan Timur Indonesia di Kota Makassar (24/10/2018).

Acara yang berlangsung dua hari ini (24-25 Oktober 2018) bertujuan untuk saling berbagi pengalaman dan mendorong kolaborasi dalam membangun KTI.

Dari 65 bendungan yang dibangun Kementerian PUPR pada periode 2015-2019, sebanyak 31 bendungan berada di Kawasan Timur Indonesia. Di Pulau Sulawesi dibangun 9 bendungan yakni Karalloe, Lolak, Kuwil Kawangkoan, Ladongi, Pamukkulu, Bolanggo Hulu, Passeloreng, Jenelata dan Pelosika.

“Luas irigasi di Indonesia 7,1 juta hektar, dimana baru 11 persen yang mendapat jaminan air dari bendungan. Tambahan 65 bendungan akan meningkatkan luas irigasi yang mendapat air dari bendungan menjadi 19 persen sehingga produktivitas lahan pertanian naik. Petani dapat menanam 2-3 kali musim tanam,” jelas Menteri Basuki.

Kementerian PUPR juga membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui program rumah khusus, bantuan stimulan rumah swadaya, rumah susun dan PSU. Misalnya rumah nelayan di berbagai wilayah.

Turut mendampingi Menteri Basuki yakni Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga, Sekretaris BPIW Firman Napitupulu, Direktur Pengembangan SPAM Agus Ahyar, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang T. Iskandar, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XIII Miftahul Munir, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.(Albar)