Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) saar ini dinilai semakin pesat. Sayangnya, pertumbuhan itu tidak dibarengi dengan upaya untuk mempertahankan dan memasarkan produk yang dimiliki para UKM.

Untuk itu, butuh dukungan sejumlah pihak agar para pelaku bisa memasarkan produknya hingga ke masyarakat luas. Melihat hal itu MarkPlus Inc turut menunjukkan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan UKM.

Bekerja sama dengan Pemprov Sulsel, sebanyak 300 UKM ikut terlibat dalam Gebyar UKM yang sudah digelar ketiga kalinya selama tahun 2018 ini.

“Kali ini kami mengangkat topik ‘UKM Jaman Now: Kewirausahaan Pemasaran – Sukses Bisnis’. Dengan topik ini diharapkan mampu membawa UKM-UKM lokal percaya diri menghadapi persaingan kompetitif di
tingkat nasional,” ungkap Fasilitator MarkPlus, Setyo di sela-sela acara di kantor Gubernur Sulsel, Selasa (23/10/2018).

Tak hanya di tingkat nasional, para pelaku UKM juga akan dituntut untuk bersaing ke tingkat global. Setyo juga menyebut, pelaku UKM seharusnya memiliki jiwa pemasaran, jadi tak hanya memiliki jiwa enterpreneur semata.

Selain itu lanjutnya lagi, yang terpenting adalah potensi market atau pasar. Pelaku UKM sebaiknya mengenal lebih dulu potensi pasar dari produk yang akan dihasilkan, tidak dak sekadar membuat produk saja.

“Kami juga mengajak pata UKM untuk berpartisipasi mendaftarkan bisnis
mereka, di mana yang terpilih berkesempatan mendapat slot promosi selama event berlangsung,” jelas Setyo.

Hal itu dilakukan agar usaha dari para UKM bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas serta mendapatkan target pasarnya. Dukungan terhadap UKM kata Setyo, akan terus dilakukan, sebab menurutnya UKM sudah menjadi salah satu tulang punggung pembangunan ekonomi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Malik Faisal menerangkan, kehadiran Gebyar UKM dinilai sangat membantu untuk para pelaku UKM di Sulsel. Apalagi dalam kegiatan ini pelaku UKM juga diajarkan untuk bagaimana mengenal pasar dan memasarkan produknya.

“Ini tentu sangat membantu. Event ini memang digelar sebanyak 2-3 kali di Sulsel. Sebelumnya di Kabupaten Bantaeng dan Kota Palopo,” kata Malik.

Dipaparkan Malik, event ini menyasar sejumlah daerah yang memiliki pusat pelayanan usaha terpadu. Melalui Gebyar UKM, para pelaku UKM berkesempatan untuk menambah ilmu dan refrensi. (*)