Spread the love

MAKASSARNEWS.ID – Pasca bencana tsunami dan likuifasi yang terjadi di Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 telah memporak porandakan Palu, Sigi dan Donggala. Gempa susulan yang terus menghantui warga membuat mereka harus mencari tempat perlindungan, baik di wilayah maupun ke luar wilayah terdampak gempa.

Kota Makassar yang merupakan salah satu tempat penampungan warga Sulteng, diapresiasi pengungsi. “Kami salut sama warga Sulsel yang begitu tulus membantu kami, dan berterima kasih atas bantuan dari saudara sekalian”, ungkap salah satu pengungsi, Dimar (17/10/2018).

Lembaga Koordinasi Peduli Sesama (LKPS) yang mendatangi lokasi pengungsi yang keenam kalinya, di jalan Goa Ria, Sudiang. Pengungsi yang menempati lokasi Masjid Al-Fattah telah menerima amanah lewat LKPS berupa bantuan dari PT. Atalia Servis Global dan Capt. Muhammadin Rasyid Jabbare.M,Mar.Se untuk membantu meringankan beban korban bencana.

Sejumlah bantuan berupa pakaian dan alat tulis bagi anak sekolah telah diakomodir oleh LKPS. PT. Atalia Global Service yang di wakili oleh Umar menyampaikan pesan turut berduka kepada keluarga penerima bantuan korban bencana Sulteng. “Saya turut berduka atas apa yang terjadi pada saudara kita di Palu, dan semoga bantuan ala kadarnya ini bisa meringankan beban, dan anak-anak pengungsi bisa tetap belajar”, ungkap Capt. Rasyid.

Saat dilokasi, pengungsi yang diwawancarai mengaku masih sangat memerlukan bantuan. Bahkan data sebanyak 14 KK ingin kembali ke Palu tetapi tidak memiliki biaya.

“Untuk pakaian, Alhamdulillah kami sudah mencukupi. Tetapi kami masih sangat kekurangan stok makanan, bahkan kami sangat ingin kembali ke Palu tetapi tidak memiliki biaya. Kemarin kami koordinasi sama orang di Asrama Haji, tapi katanya pengungsi tidak boleh ditampung diluar asrama haji. Itulah kenapa kami tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah”, ungkap pengungsi.

Ketua LKPS, Nurliah Hayat A,Md, SE saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya bersama tim ke lokasi pengungsian. “Betul, saya sudah beberapa ke sini dan Alhamdulillah semua bantuan, baik dari organisasi maupun person sudah kami salurkan dan di data disini”, tutur wanita sapaan Bunda ini. (Red)